Sumber: Reuters | Editor: Harris Hadinata
KONTAN.CO.ID - ZURICH. Produsen cokelat asal Swiss, Barry Callebaut, memangkas perkiraan laba operasional tahun ini. Perusahaan yang memasok cokelat untuk es krim Magnum dan Kit Kat ini menyebut, gangguan rantai pasok akibat perang Iran dan kelebihan kapasitas pasar kakao menekan bisnis.
Perusahaan yang berbasis di Zurich ini memperkirakan volume penjualan akan pulih pada paruh kedua tahun fiskal yang berakhir di 31 Agustus 2026. Tapi, Barry Callebaut memperingatkan pendapatan akan tetap berada di bawah tekanan untuk jangka waktu yang lebih lama.
Barry Callebaut, kini memperkirakan laba berulang sebelum bunga dan pajak (EBIT) akan turun sekitar 15% tahun ini. Sebelumnya, perusahaan ini memperkirakan pertumbuhan EBIT mencapai satu digit rendah hingga menengah. EBIT setengah tahun berulang turun 4,2% menjadi 310,9 juta franc Swiss, sekitar Rp 6,81 triliun.
Baca Juga: Penjualan Pernod Ricard Melejit Capai € 1,95 Miliar, Lampaui Ekspektasi Analis!
Pasokan juga terpengaruh oleh penutupan sementara pabrik di Kanada pada kuartal pertama tahun ini. “Kecepatan penurunan pasar yang unik dikombinasikan dengan kelebihan kapasitas yang kompetitif, penurunan volume, dan gangguan pasokan, berdampak pada kinerja EBIT dan menyesuaikan prospek profitabilitas kami untuk tahun ini,” kata, Hein Schumacher, CEO Barry Callebaut, dikutip Reuters, Kamis (16/4/2026).
Analis J.P. Morgan menulis dalam risetnya, pemotongan prospek akan menyebabkan penurunan sekitar 20% dalam perkiraan konsensus pendapatan untuk tahun fiskal 2025/26. Permintaan yang lemah dan panen kakao yang melimpah telah menciptakan rekor surplus biji kakao, sebagian besar berada di Afrika Barat. Ghana dan Pantai Gading menghasilkan hampir 50% dari produksi kakao global.
Sementara itu, harga berjangka kakao, yang digunakan Barry untuk mengunci harga pembelian kakao dan melakukan lindung nilai terhadap fluktuasi, telah anjlok dari puncaknya pada tahun 2024.
Baca Juga: Laba TSMC Meroket 58%, Mencapai Rekor di T$ 572,5 Miliar
Perusahaan pengolah kakao Swiss tersebut mengatakan volume penjualannya turun 6,9% dari tahun lalu menjadi 1,01 juta metrik ton antara September dan Februari. Ini sesuai dengan konsensus proyeksi pasar.
Barry Callebout memperkirakan penurunan volume antara 1% dan 3% untuk sepanjang tahun. Sebelumnya, perusahaan memperkirakan penurunan persentase mencapai satu digit menengah. Sementara konsensus analis memperkirakan penurunan sebesar 4,6%.













