kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45749,52   23,69   3.26%
  • EMAS920.000 0,66%
  • RD.SAHAM 0.55%
  • RD.CAMPURAN 0.20%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Alasan Korut luncurkan rudal dinilai untuk cari perhatian AS dan Korsel


Rabu, 11 Maret 2020 / 09:10 WIB
Alasan Korut luncurkan rudal dinilai untuk cari perhatian AS dan Korsel
ILUSTRASI. Pemimpin Korut Kim Jong Un. KCNA via REUTERS 

Sumber: CNN,AFP | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - SEOUL. Kantor berita KCNA Korea Utara melaporkan, sehari setelah Jepang mengatakan Pyongyang telah menembakkan apa yang tampak sebagai rudal balistik, Pimpinan Korea Utara Kim Jong Un memimpin latihan serangan senjata jarak jauh lain.

Dengan topi bulu hitam dan teropong di genggaman, Kim tampak mengawasi latihan penembakan terbarunya. Melihat hal ini, Seoul menilai aksi Korea Utara itu bertujuan untuk menarik perhatian Amerika Serikat dan Korea Selatan.

Melansir AFP, analis berpendapat, Korea Utara terus memperbaiki kemampuan senjatanya lebih dari setahun setelah pertemuan puncak Hanoi antara Kim dan Presiden AS Donald Trump gagal.

Baca Juga: Terpopuler: Ratusan tentara Korut tewas akibat corona, Sepeda Brompton murah meriah

Foto yang dilansir oleh surat kabar resmi Rodong Sinmun menunjukkan roket meledak dari beberapa peluncur masing-masing dengan empat tabung menembak, menyerang apa yang tampaknya menjadi target pulau.

Foto-foto lain menunjukkan proyektil kaliber yang lebih kecil dan tembakan peluru artileri dari peluru.

Kim, mengenakan topi bergaya Rusia dan jaket militer khaki, menyaksikan dari parit di sebelah seorang perwira yang menggunakan topeng wajah berwarna hitam.

Tiga latihan penembakan bersama yang telah diawasi Kim dalam dua minggu terakhir adalah aktivitas militer pertamanya tahun ini, kementerian unifikasi Seoul mengatakan kemarin.

Baca Juga: Kim Jong Un awasi peluncuran rudal balistik jarak pendek yang kedua

"Ini untuk memperkuat solidaritas internal dan eksternal, menarik perhatian AS dan Korea Selatan dan menekan perubahan sikap mereka," tambahnya dalam sebuah pernyataan.

Korea Utara berada di bawah berbagai sanksi yang dijatuhkan oleh PBB, AS dan sanksi lain atas program senjatanya.



TERBARU

[X]
×