kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45754,18   -2,20   -0.29%
  • EMAS1.007.000 -0,20%
  • RD.SAHAM -0.20%
  • RD.CAMPURAN -0.11%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Alat tes corona buatan Israel tunjukkan hasil dalam 30 detik!


Sabtu, 25 Juli 2020 / 05:21 WIB
Alat tes corona buatan Israel tunjukkan hasil dalam 30 detik!
ILUSTRASI. Peneliti dari NanoScent sedang mencoba alat Breathalyser

Sumber: AFP,Channel News Asia | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

KONTAN.CO.ID - MISGAV. Perusahaan NanoScent asal Israel saat ini sedang mengembangkan alat uji virus corona model baru yang mampu mengeluarkan hasil hanya dalam waktu 30 detik saja.

Dalam pengembangan ini, NanoScent berada di bawah pengawasan langsung dari Direktorat Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pertahanan Israel.

Melansir Channel News Asia, dalam pengembangan alat baru yang disebut sebagai Breathalyser ini NanoScent mencoba memetakan aroma dan pola aroma dari masing-masing orang.

Setelah menganalisa napas dari sekitar 1.000 pasien Covid-10 di Israel, NanoScent akhirnya mampu mengidentifikasi aroma yang berkaitan dengan virus.

"Kami mengambil suatu pola, mencatat pola itu dan kemudian kami dapat mendeteksi apakah seseorang terjangkit, atau diduga terjangkit Covid-19," ungkap CEO NanoScent, Oren Gavriely pada AFP seperti dikutip dari Channel News Asia.

Baca Juga: Hasil bisa keluar dalam 30 detik, Israel kembangkan alat tes virus corona kilat

Sejauh ini uji coba yang sudah dilakukan berhasil menujukkan tingkat akurasi sampai 85%. Jika angka positif ini terus berlanjut, maka alat ini bisa langsung masuk ke tahap persetujuan dari regulator sebelum akhirnya diterjunkan ke masyarakat.

Selain bisa menunjukkan hasil dengan sangat cepat, alat ini juga diklaim memiliki biaya produksi yang relatif murah. Kepada AFP, Gavriely mengatakan bahwa alat ini kemungkinan memiliki harga kurang dari US$10 untuk satu kali tes.

Dengan harga yang murah itu, pemerintah bisa menghemat dana cukup besar dalam upaya melakukan tes virus corona secara luas pada penduduk.

Kepala Direktorat Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pertahanan Israel, Daniel Gold, meyakini bahwa alat baru ini bisa menjadi "game-changer" dalam upaya melawan wabah corona. Bukan hanya bagi Israel, tapi juga bagi semua negara.

Baca Juga: WHO: Secara realistis, vaksin corona baru bisa digunakan tahun 2021

Menghadapi wabah ini, Israel bisa dibilang sudah melakukan langkah yang cukup cepat dan berhasil mengurangi angka penularan sejak awal Mei.

Sayangnya sejak aktivitas sosial dibuka kembali, angka penularan mulai melonjak dengan cukup cepat. Negara dengan jumlah penduduk sekitar 9 juta jiwa ini mencatat lebih dari 1.000 kasus baru per hari dalam beberapa minggu terakhir.

Hal ini juga menimbulkan gelombang kemarahan publik yang menganggap pemerintah telah salah dalam mengambil langkah.

CEO NanoScent berharap alat tes cepat dan murah buatan mereka bisa membantu Israel mencapai keseimbangan antara upaya pemulihan ekonomi dan kesehatan masyarakat.

Alat tes Covid-19 baru ini juga diharapkan bisa meningkatkan kembali kepercayaan rakyat Israel pada pemerintahnya dan memberikan rasa aman dalam berkativitas.



TERBARU

[X]
×