kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.664   -12,00   -0,07%
  • IDX 6.636   -31,42   -0,47%
  • KOMPAS100 867   -5,52   -0,63%
  • LQ45 658   -5,19   -0,78%
  • ISSI 231   -0,99   -0,43%
  • IDX30 368   -3,06   -0,83%
  • IDXHIDIV20 455   -4,73   -1,03%
  • IDX80 99   -0,80   -0,81%
  • IDXV30 125   -1,37   -1,08%
  • IDXQ30 118   -1,17   -0,99%

Aliansi AS menginginkan lebih banyak latihan militer anti-kapal selam


Selasa, 06 Juli 2021 / 09:20 WIB
ILUSTRASI. Kapal selam dari Typhoon Class buatan Rusia saat ini disebut-sebut menjadi kapal selam terbesar yang pernah dibuat.


Sumber: Sputnik News | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

Gilday dan banyak pejabat militer AS telah mengklaim bahwa kapal selam Rusia telah menghabiskan lebih banyak waktu di sekitar pantai AS belakangan ini.

Tapi, meningkatnya kehadiran kapal selam Rusia juga telah dibarengi dengan meningkatnya kehadiran armada angkatan laut NATO di perbatasan maritim Rusia di Laut Hitam.

Terkait China, militer AS juga menggarisbawahi peningkatan kehadiran kapal selam China di kawasan Indo-Pasifik. AS menduga China akan memiliki antara 65 dan 70 kapal selam yang beroperasi sepanjang tahun 2020-an.

Meningkatnya kemampuan militer China yang pesat dalam beberapa tahun terakhir juga diakui AS, dan NATO, sebagai sesuatu yang sangat mengkhawatirkan.

Selanjutnya: NATO cemas kebangkitan militer China: Mereka bisa ada di mana saja!




TERBARU

[X]
×