kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   -18.000   -0,67%
  • USD/IDR 17.973   81,00   0,45%
  • IDX 5.884   -217,45   -3,56%
  • KOMPAS100 764   -32,00   -4,02%
  • LQ45 578   -20,26   -3,39%
  • ISSI 203   -8,31   -3,92%
  • IDX30 327   -10,75   -3,18%
  • IDXHIDIV20 402   -10,48   -2,54%
  • IDX80 87   -3,59   -3,99%
  • IDXV30 109   -2,27   -2,04%
  • IDXQ30 105   -2,81   -2,60%

Ancaman Resesi Ekonomi AS Mulai Menjauh?


Sabtu, 05 Agustus 2023 / 07:57 WIB
ILUSTRASI. Ekonomi Amerika Serikat (AS) diperkirakan mulai menjauhi ancaman resesi. Kepala ekonom JPMorgan mengatakan, JPMorgan tidak lagi memperkirakan resesi ekonomi AS di tahun ini.


Sumber: Reuters | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Ekonomi Amerika Serikat (AS) diperkirakan mulai menjauhi ancaman resesi. Kepala ekonom JPMorgan mengatakan, JPMorgan tidak lagi memperkirakan resesi ekonomi AS di tahun ini.

JPMorgan telah menaikkan perkiraan pertumbuhan ekonomi AS karena ekonomi Paman Sam berkembang pada kecepatan yang sehat.

"JPMorgan meningkatkan perkiraan pertumbuhan PDB tahunan riil AS di kuartal saat ini menjadi 2,5% dari 0,5%," tulis Kepala Ekonomi JPMorgan Michael Feroli dalam catatan penelitian, Jumat (4/8), seperti dikutip Reuters.

"Mengingat pertumbuhan ini, kami ragu ekonomi AS akan dengan cepat kehilangan momentum yang cukup untuk tergelincir ke dalam kontraksi ringan pada kuartal berikutnya, seperti yang telah kami proyeksikan sebelumnya," tulis ekonom JPMorgan tersebut.

Baca Juga: Pemerintah AS Murka Fitch Gunting Peringkat Utang AS Jadi AA+

Dan sementara risiko resesi masih tinggi untuk tahun depan, Feroli mengharapkan pertumbuhan yang moderat dan di bawah standar.

Awal pekan ini, ahli strategi di Bank of America mengatakan, ekonomi AS tidak lagi diramalkan resesi pada tahun 2024 dan meningkatkan prospek pertumbuhan ekonomi AS di tahun 2023.

Feroli dari JPMorgan menunjuk pada hal-hal seperti resolusi plafon utang yang relatif cepat dan jaminan implisit regulator terhadap deposan bank selama krisis perbankan regional awal tahun ini, sebagai penyangga ekonomi AS.

"Ini sangat mengurangi kemungkinan jenis risiko krisis keuangan yang berbeda, meskipun meninggalkan angin sakal kronis dari kredit bank yang lebih ketat," kata Feroli

Ia juga mengutip kenaikan pasokan tenaga kerja AS dan petunjuk peningkatan kinerja sisi penawaran dalam data produktivitas kuartal kedua.

"Meski risiko resesi ekonomi AS turun, hal itu bisa terwujud jika The Fed tidak menaikkan suku bunga," Feroli mengingatkan.

AS akan melaporkan data harga konsumen Juli pada 10 Agustus mendatang.

Baca Juga: Wall Street Memerah di Akhir Pekan Akibat Pasar Tenaga Kerja AS yang Melambat




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×