Reporter: Syamsul Ashar | Editor: Syamsul Azhar
KONTAN.CO.ID - JAKARTA - Presiden Amerika Serikat Donald J. Trump melontarkan kecaman keras menyusul eskalasi ketegangan di Selat Hormuz. Dalam pernyataan terbarunya, Trump menyoroti insiden penembakan yang diduga dilakukan Iran kemarin, yang ia sebut sebagai pelanggaran total terhadap perjanjian gencatan senjata.
Sasaran aksi militer Iran tersebut, menurut Trump, meliputi kapal berbendera Prancis serta kapal kargo milik Inggris. Trump menegaskan sikap tegasnya dengan menyatakan bahwa perwakilan diplomatiknya kini tengah bertolak ke Islamabad, Pakistan, untuk melakukan negosiasi yang dijadwalkan berlangsung besok malam.
Baca Juga: Emmanuel Macron Murka! Satu Tentara Prancis Meninggal, 3 Teruluka di Konflik Lebanon
Dalam analisisnya, Trump menyinggung Langkah militer Iran yang menutup jalur Selat Hormuz. Menurutnya, tindakan tersebut justru kontraproduktif bagi upaya perundingan dengan Amerika Serikat.
Donald Trump mengklaim bahwa blokade yang telah diterapkan pihak Amerika Serikat telah efektif menutup jalur tersebut, sehingga Iran menanggung kerugian ekonomi mencapai US$ 500 juta per hari.
"Amerika Serikat tidak kehilangan apa pun. Justru banyak kapal saat ini sedang menuju AS—ke Texas, Louisiana, dan Alaska—untuk memuat barang, dengan bantuan IRGC yang selalu ingin menjadi 'si jagoan'," tegas Trump dalam cuitan di akun Truth Social yang diunggah ulang di akun resmi Instagram @whitehouse.
Trump mengklaim telah menawarkan kesepakatan yang adil dan masuk akal kepada Iran, termasuk keinginan untuk mendapatkan bahan baku nuklir yang disebut nuclear dust.
Tonton: Breaking News! 49 Negara Eropa Bersatu Hadapi Inflasi Akibat Konflik Selat Hormuz
Namun, di sisi lain ia memberikan ultimatum keras kepada Iran: jika kesepakatan tersebut ditolak, Amerika Serikat siap menghancurkan setiap pembangkit listrik dan jembatan di Iran.
"Tidak ada lagi Pria Baik!" seru Trump dalam pernyataan tersebut.
Ia menegaskan kesiapannya untuk bertindak cepat dan lugas. Baginya, jika negosiasi gagal, merupakan sebuah kehormatan untuk melakukan langkah yang menurutnya seharusnya telah dieksekusi oleh presiden-presiden AS selama 47 tahun terakhir.
"Saatnya mesin pembunuh Iran berakhir!" pungkas Trump.













