Close | x
kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.058
  • SUN95,65 0,01%
  • EMAS673.000 -0,59%
  • RD.SAHAM 0.04%
  • RD.CAMPURAN 0.21%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.04%

Anggota keluarga kerajaan akan melawan pemimpin junta militer dalam pemilu Thailand

Jumat, 08 Februari 2019 / 11:26 WIB

Anggota keluarga kerajaan akan melawan pemimpin junta militer dalam pemilu Thailand
ILUSTRASI.

KONTAN.CO.ID - BANGKOK. Tak diduga, anggota kerajaan Thailand ikut mencalonkan diri sebagai perdana menteri dalam pemilihan yang akan digelar 24 Maret. Putri Ubolratana Rajakanya Sirivadhana Barnavadi yang berusia 67 tahun akan maju sebagai kandidat dari partai yang selama ini loyal pada mantan perdana menteri Thansin Shinawatra.

Putri Ubolratana adalah saudara Raja Maha Vajiralongkorn sekaligus putri tertua Raja Bumibhol. Pencalonan ini mengejutkan, karena selama ini keluarga kerjaaan Thailand tidak ikut campur dan menjauhi politik.


Putri Ubolratana akan menghadapi kandidat terkuat, Prayuth Chan-ocha, pemimpin junta militer Thailand yang saat ini menjabat posisi tertinggi pemerintahan Thailand. Prayuth pun telah mendaftarkan pencalonan pada Jumat (8/2) yang merupakan hari terakhir pendaftaran.

Thailand merupakan negara monarki konstitusional sejak 1932. Keluarga kerajaan memiliki pengaruh besar bagi warga Thailand.

Selama ini, pemilihan merupakan pertarungan antara kaum populis yang dipimpin Thaksin dan sekutunya dengan militer kerajaan. Namun, pencalonan anggota kerajaan oleh Partai Thai Raksa Chart yang pro Thaksin akan mengubah dinamika pemilu Thailand tahun ini.

"Partai telah menominasikan Putri Ubolratana sebagai calon tunggal," kata Preechapol Pongpanich, ketua Partai Thai Raksa Chart setelah pendaftaran kandidat.

"Dia berpengetahuan luas dan sangat cocok. Saya percaya, tidak akan ada masalah hukum dalam hal kualifikasinya, tetapi kami harus menunggu Komisi Pemilihan untuk mendukung pencalonannya," imbuh Preechapol. Komisi Pemilihan Umum harus mendukung semua calon pada Jumat pekan depan.

Prayuth pun mencalonkan diri dengan dukungan Partai Palang Pracharat. "Saya tidak berniat memperpanjang masa pemerintahan saya, tapi saya melakukan ini untuk kepentingan negara dan rakyat," kata Prayuth dalam pernyataan yang dikutip Reuters.

Putri Ubolratana lahir di Lausanne pada tahun 1951. Dia mempelajari matematika dan biokimia di Massachusetts Institute of Technology (MIT) dan memperoleh gelar master dalam kesehatan masyarakat dari University of California.

Putri Ubolratana melepas gelar kerajaannya pada 1972 ketika menikah dengan Peter Jensen, warga Amerika Serikat (AS) sesama mahasiswa di MIT. Putri Ubolratana tinggal di AS selama lebih dari 26 tahun sebelum mereka bercerai pada 1998.

Dia kembali secara permanen ke Thailand pada tahun 2001, melakukan tugas kerajaan tapi tidak pernah mendapatkan gelar kerajaan secara penuh. Dia disebut sebagai Tunkramom Ying dan diperlakukan oleh para pejabat sebagai anggota keluarga kerajaan.

Putri Ubolratana dikenal lewat kampanye To be Number One yang bertujuan membantu kaum mudah menjauhi narkoba. Dia pun membintangi beberapa sinetron dan film Thailand.

Reporter: Wahyu Tri Rahmawati
Editor: Wahyu Rahmawati

Video Pilihan

TERBARU
Rumah Pemilu
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0004 || diagnostic_api_kanan = 0.0542 || diagnostic_web = 0.3430

Close [X]
×