kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.679.000   50.000   1,90%
  • USD/IDR 17.910   -29,00   -0,16%
  • IDX 6.410   65,94   1,04%
  • KOMPAS100 845   12,09   1,45%
  • LQ45 640   9,44   1,50%
  • ISSI 222   2,82   1,29%
  • IDX30 359   5,14   1,45%
  • IDXHIDIV20 438   4,81   1,11%
  • IDX80 96   1,44   1,52%
  • IDXV30 120   0,97   0,81%
  • IDXQ30 114   1,39   1,23%

Angkatan Darat AS akan fokus pada rudal jarak menengah, kunci penting hadapi Rusia


Jumat, 16 Oktober 2020 / 07:57 WIB
ILUSTRASI. Menurut Angkatan Darat AS, rudal jarak menengah dengan jangkauan antara 500-1.500 kilometer akan menjadi kunci penting untuk menghadapi risiko perang di masa depan.


Sumber: Sputnik News | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

Dalam beberapa tahun terakhir, AS kembali fokus pada pengembangan rudal LRPF. Walaupun begitu, pihak Pentagon mengaku tetap akan mengikuti sejumlah batasan yang diatur pada perjanjian INF yang telah ditinggalkan.

Bahkan pada Maret 2019, beberapa bulan sebelum AS keluar dari perjanjian, Pentagon telah menyiapkan anggaran untuk sistem rudal LRPF yang bertentangan dengan perjanjian. Nilainya disebut mencapai US$ 1 miliar untuk tahun fiskal 2020.

Menurut Menteri Pertahanan AS Mark Esper, AS terpaksa keluar dari perjanjian INF demi bisa bersaing dengan Rusia. Menurut Esper, Rusia sendiri telah melanggar perjanjian selama bertahun-tahun dengan merilis rudal balistik jarak pendek, Iskander.

Dari pihak Moskow, mereka selalu menolak tuduhan tersebut, meyakinkan bahwa jangkauan Iskander tidak melanggar perjanjian. Rusia justru menuduh AS hanya mencari-cari alasan agar bisa keluar dari perjanjian dan kembali bebas mengembangkan senjata.

Selanjutnya: Bisa melesat 9.600 km per jam, AS konfirmasi rudal hipersonik pertamanya




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×