kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.743.000   5.000   0,18%
  • USD/IDR 18.154   104,00   0,58%
  • IDX 5.515   -80,10   -1,43%
  • KOMPAS100 725   -11,09   -1,51%
  • LQ45 550   -7,48   -1,34%
  • ISSI 191   -3,83   -1,97%
  • IDX30 312   -4,23   -1,34%
  • IDXHIDIV20 388   -4,16   -1,06%
  • IDX80 83   -1,21   -1,45%
  • IDXV30 105   -1,34   -1,26%
  • IDXQ30 101   -1,42   -1,39%

Anjing pertama dunia yang terinfeksi corona tewas setelah dipulangkan dari karantina


Kamis, 19 Maret 2020 / 06:08 WIB
ILUSTRASI. Ilustrasi anjing mengenakan masker saat wabah corona menyerang. REUTERS/Aly Song TPX IMAGES OF THE DAY


Sumber: South China Morning Post,Channel News Asia | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Ia menambahkan bahwa selain memelihara kebersihan yang baik, pemilik hewan peliharaan tidak perlu terlalu khawatir dan dalam keadaan apa pun mereka tidak boleh meninggalkan hewan peliharaan mereka.

Sejauh ini, empat hewan peliharaan - kucing dan tiga anjing - telah ditempatkan di fasilitas pemeliharaan hewan di Pelabuhan Hong Kong di Jembatan Hong Kong-Zhuhai-Macau.

Baca Juga: Bendung virus corona, Italia desak warga berhenti cium pipi dan jabat tangan

Selain dari Pomeranian, tiga hewan lainnya - kucing shorthair yang eksotis, seekor Shiba Inu dan seekor anjing hutan - terbukti negatif untuk virus yang mematikan itu.

Sebelumnya diberitakan, anjing peliharaan milik pasien virus corona baru di Hong Kong menjadi kasus yang mungkin terjadi penularan dari manusia ke hewan.

Anjing kepunyaan seorang pasien wanita berusia 60 tahun itu sudah berulang kali diuji sejak Jumat (27/2/2020), dengan hasil "weak positive" virus corona baru ketika dikarantina di sebuah pusat hewan.

Departemen Pertanian, Perikanan, dan Konservasi Hong Kong (AFCD), Rabu (4/3), mengatakan, hasil tes berulang kali menunjukkan anjing jenis pomerania tersebut memiliki "tingkat infeksi rendah".

Baca Juga: Kota di China ini tengah bersiap merilis aturan larangan konsumsi anjing dan kucing

AFCD menyatakan, para ahli dari universitas dan Organisasi Dunia untuk Kesehatan Hewan dengan suara bulat setuju, "itu kemungkinan merupakan kasus penularan dari manusia ke hewan".

Tapi, "Anjing pomerania itu belum menunjukkan gejala virus corona baru," kata AFCD seperti dikutip Channelnewsasia.com.




TERBARU

[X]
×