kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45702,42   14,31   2.08%
  • EMAS934.000 -1,06%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Antisipasi demo, 4 stasiun kereta bawah tanah Hong Kong ditutup


Sabtu, 24 Agustus 2019 / 12:49 WIB
Antisipasi demo, 4 stasiun kereta bawah tanah Hong Kong ditutup
ILUSTRASI. Unjuk rasa menentang RUU Ekstradisi di Hong Kong

Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - HONG KONG. Operator kereta bawah tanah Hong Kong menutup empat stasiun, sebelum aksi unjuk rasa yang berlangsung hari ini.  

Stasiun kereta bawah tanah yang tutup berada pada jalur aksi demo pro-demokrasi yang digelar di Kwun Tong, Semenanjung Kowloon. Toko-toko di stasiun pun ikut tutup.

Penutupan stasiun setelah MTR Corporation, operator yang menjalankan jaringan jalur di seluruh kota, mendapat kritik dari media pemerintah China, termasuk People's Daily, karena membiarkan "perusuh" melarikan diri dengan kereta pasca bentrok dengan polisi.

Mengutip Reuters, MTR Corporation mengatakan, dalam sebuah pernyataan pada Jumat (23/8), mereka mendapat perintah untuk mencegah pengunjuk rasa mengganggu layanan keretaapi. "Jika terjadi bentrok, vandalisme, atau tindakan kekerasan lainnya, maka layanan kereta di stasiun-stasiun yang terkena dampak bisa dihentikan," kata MTR Corporation.

Baca Juga: Ribuan pengunjuk rasa di Hong Kong bentuk rantai manusia

Pengunjuk rasa anti UU Ekstradisi hari ini berencana menggelar aksi berbeda, yang bertujuan mengganggu arus lalu lintas menuju bandara. Ini sebagai bagian dari demonstrasi yang berkelanjutan.

"Pergi ke bandara dengan cara yang berbeda, termasuk kereta MTR, bus bandara, taksi, sepeda, dan mobil pribadi untuk meningkatkan tekanan pada transportasi ke bandara," tulis pengunjuk rasa dalam sebuah poster yang beredar di media sosial, Kamis (22/8), seperti dikutip Channelnewsasia.com.

Tujuan aksi tersebut adalah untuk menciptakan lonjakan lalu lintas, mencegah calon penumpang datang tepat waktu ke bandara, sehingga menyebabkan keterlambatan atau pembatalan penerbangan. Karena itu, pengunjuk rasa bakal "menyeret" kaki mereka agar selambat mungkin ketika naik angkutan umum.

Baca Juga: Besok ada aksi, Pengadilan Hong Kong perpanjang perintah yang batasi demo di bandara

Pekan lalu, Bandara Internasional Hong Kong mengalami gangguan penerbangan yang belum pernah terjadi sebelumnya, saat ribuan pendemo menduduki terminal keberangkatan salah satu pusat penerbangan tersibuk di dunia itu.

Walhasil, semua penerbangan keberangkatan dan kedatangan di Bandara Hong Kong dibatalkan pada 12 Agustus lalu. Dan, operasional bandara baru berjalan normal dua hari kemudian.

Meski ada rencana demo, hari ini Bandara Hong Kong tetap beroperasi secara normal. Kemarin, Pengadilan Tinggi Hong Kong memperpanjang perintah yang membatasi pengunjuk rasa untuk melakukan aksi di Bandara Internasional Hong Kong. 

Perintah pengadilan itu mengharuskan demonstrasi publik memiliki izin dari pihak berwenang. "Dan ditujukan untuk melarang mereka yang ingin secara sengaja menghalangi atau mengganggu aktivitas bandara," kata penyiar stasiun televisi China, CCTV, seperti dikutip Reuters, Jumat (23/8).




TERBARU

Close [X]
×