CLOSE [X]
kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |

Ribuan pengunjuk rasa di Hong Kong bentuk rantai manusia


Jumat, 23 Agustus 2019 / 21:56 WIB

Ribuan pengunjuk rasa di Hong Kong bentuk rantai manusia
ILUSTRASI. Unjuk rasa menentang RUU Ekstradisi di Hong Kong


KONTAN.CO.ID - HONG KONG. Ribuan pengunjuk rasa pro-demokrasi, Jumat malam (23/8), saling berpegangan tangan untuk membentuk rantai manusia di segala penjuru Hong Kong. Aksi ini sebagai "pemanasan" untuk demo besar-besaran hari ini, Sabtu (24/8).

Mengutip Channelnewsasia.com, pinggiran kota Hong Kong yang bertabur gedung pencakar langit serta beberapa distrik perbelanjaan yang sibuk penuh dengan pengunjuk rasa yang membentuk rantai manusia.

Banyak pengunjuk rasa yang memakai masker bedah untuk menyembunyikan identitas mereka, dan memegang bendera Hong Kong atau ponsel dengan lampu yang menyala.

Baca Juga: Besok ada aksi, Pengadilan Hong Kong perpanjang perintah yang batasi demo di bandara

Aksi tersebut terinspirasi demonstrasi Baltic Way yang berlangsung 30 tahun lalu. Pada 1989, sekitar dua juta orang membentuk rantai manusia yang membentang lebih dari 600 kilometer, melintasi Estonia, Latvia, dan Lithuania.

Jutaan orang melakukan aksi itu sebagai bentuk protes terhadap Pemerintahan Uni Soviet. Rantai manusia populer dengan sebutan Baltic Way atau Baltic Chain (Rantai Baltik).

Pengunjuk rasa di Hong Kong menyebut aksi damai mereka Hong Kong Way. Beberapa hari terakhir, para penentang Undang-Undang Ekstradisi ini melakukan aksi tanpa kekerasan untuk membuat suara mereka didengar.

Para pengunjuk rasa, baik muda maupun tua meneriakkan "Bebaskan Hong Kong". "Baltic Way membawa perhatian dunia pada tujuan mereka dan menginspirasi generasi berikutnya," kata penyelenggara Hong Kong Way dalam sebuah pernyataan tertulis.

"Kami memohon, agar kamu tidak memalingkan muka pada saat genting ini. Berdirilah bersama Hong Kong," imbuh penyelenggara Hong Kong Way.

Baca Juga: Pendemo Hong Kong bakal ganggu transportasi menuju bandara

Rantai manusia adalah demonstrasi kreatif terbaru setelah hampir tiga bulan aksi protes bergulir, yang telah menyeret Hong Kong kepada krisis politik yang belum pernah terjadi sebelumnya.

"Kami telah mencoba pawai tradisional, kami telah mencoba tindakan yang lebih militan, meskipun saya tidak setuju dengan mereka. Kali ini kami keluar bersama untuk bergandengan tangan dan menunjukkan bahwa kami semua masih bersatu," ujar Wing, salah satu peserta aksi.

"Dengan melakukan ini, kami menunjukkan kepada orang-orang di seluruh dunia, bahwa Hong Kong berkualitas tinggi. Apa yang dilakukan orang 30 tahun lalu, juga bisa kami lakukan," kata Cat Law, pekerja logistik berusia 60 tahun, yang ikut aksi.


Reporter: SS. Kurniawan
Editor: S.S. Kurniawan
Video Pilihan

Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0012 || diagnostic_api_kanan = 0.0024 || diagnostic_web = 0.1124

Close [X]
×