kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.545.000   -20.000   -0,78%
  • USD/IDR 18.109   16,00   0,09%
  • IDX 5.050   20,17   0,40%
  • KOMPAS100 649   1,43   0,22%
  • LQ45 518   4,63   0,90%
  • ISSI 164   -2,40   -1,44%
  • IDX30 292   2,74   0,95%
  • IDXHIDIV20 394   5,37   1,38%
  • IDX80 75   0,27   0,36%
  • IDXV30 108   0,37   0,34%
  • IDXQ30 99   1,18   1,21%

Antisipasi flu burung, Hongkong melarang impor unggas dari China


Selasa, 03 Januari 2012 / 06:30 WIB
ILUSTRASI. PT Link Net Tbk. Foto Dok Link Net


Reporter: , | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

HONGKONG. Wabah flu burung kembali menghantui Asia. Beberapa waktu lalu, seorang pria China tewas dengan dugaan terserang virus mematikan itu. Terkait hal tersebut, sejumlah negara mulai melakukan langkah antisipasi. Salah satunya adalah Hongkong.

Pemerintah Hongkong memutuskan untuk menghentikan impor unggas dari daerah China Selatan, tempat asal pria yang tewas akibat flu burung H5N1.

Berdasarkan keterangan dari situs resmi Keamanan Pangan Hongkong, pelarangan impor yang meliputi unggas hidup, unggas beku, dan telur unggas tersebut dari kota Shenzen, China, akan dilakukan selama 21 hari.

Sekadar tambahan, Hongkong memang sudah memulai pemusnahan lebih dari 17.000 burung sejak bulan lalu setelah virus flu burung ditemukan pada bangkai ayam di pasar grosir lokal.

Flu burung merupakan masalah kesehatan masyarakat yang serius dengan potensi menyebabkan pandemi yang mematikan. Sejak 2003, lebih dari 500 orang telah terinfeksi virus H5N1 di seluruh dunia dan sekitar 60% diantaranya tewas.




TERBARU

[X]
×