kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.629.000   26.000   1,00%
  • USD/IDR 17.947   -95,00   -0,53%
  • IDX 6.351   31,53   0,50%
  • KOMPAS100 835   3,22   0,39%
  • LQ45 634   -1,22   -0,19%
  • ISSI 220   1,96   0,90%
  • IDX30 356   -1,18   -0,33%
  • IDXHIDIV20 435   -3,83   -0,87%
  • IDX80 95   0,21   0,22%
  • IDXV30 120   -0,51   -0,42%
  • IDXQ30 113   -0,52   -0,45%

Antisipasi flu burung, Hongkong melarang impor unggas dari China


Selasa, 03 Januari 2012 / 06:30 WIB
ILUSTRASI. PT Link Net Tbk. Foto Dok Link Net


Reporter: Barratut Taqiyyah, Bloomberg | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

HONGKONG. Wabah flu burung kembali menghantui Asia. Beberapa waktu lalu, seorang pria China tewas dengan dugaan terserang virus mematikan itu. Terkait hal tersebut, sejumlah negara mulai melakukan langkah antisipasi. Salah satunya adalah Hongkong.

Pemerintah Hongkong memutuskan untuk menghentikan impor unggas dari daerah China Selatan, tempat asal pria yang tewas akibat flu burung H5N1.

Berdasarkan keterangan dari situs resmi Keamanan Pangan Hongkong, pelarangan impor yang meliputi unggas hidup, unggas beku, dan telur unggas tersebut dari kota Shenzen, China, akan dilakukan selama 21 hari.

Sekadar tambahan, Hongkong memang sudah memulai pemusnahan lebih dari 17.000 burung sejak bulan lalu setelah virus flu burung ditemukan pada bangkai ayam di pasar grosir lokal.

Flu burung merupakan masalah kesehatan masyarakat yang serius dengan potensi menyebabkan pandemi yang mematikan. Sejak 2003, lebih dari 500 orang telah terinfeksi virus H5N1 di seluruh dunia dan sekitar 60% diantaranya tewas.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×