kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45769,82   10,44   1.37%
  • EMAS915.000 -0,44%
  • RD.SAHAM -0.01%
  • RD.CAMPURAN 0.00%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.03%

Antisipasi lonjakan permintaan, Moderna tambah lipid untuk vaksin corona


Kamis, 28 Mei 2020 / 17:38 WIB
Antisipasi lonjakan permintaan, Moderna tambah lipid untuk vaksin corona
ILUSTRASI. Gedung Moderna Therapeutics, yang mengembangkan vaksin melawan penyakit virus corona baru (COVID-19), di Cambridge, Massachusetts, AS, 18 Mei 2020. REUTERS/Brian Snyder

Sumber: Reuters | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - Moderna Inc meneken kesepakatan baru untuk mengamankan pasokan lipid yang mereka gunakan untuk memproduksi vaksin virus corona baru dalam upaya untuk memenuhi peningkatan permintaan.

Pekan lalu, Moderna mengatakan, kandidat vaksin virus corona, yang pertama kali mereka uji di Amerika Serikat, menghasilkan antibodi pelindung dalam kelompok kecil sukarelawan yang sehat.

Hasil uji coba vaksin virus corona buatan perusahaan bioteknologi asal Amerika Serikat tersebut menawarkan secercah harapan untuk vaksin dan di antara yang paling maju dalam pengembangannya.

Baca Juga: Biar bisa bikin vaksin corona lebih banyak, GSK tambah produksi adjuvant

Moderna menyebutkan, perluasan perjanjian dengan pemasok bahan farmasi CordenPharma akan segera efektif untuk membantu memenuhi permintaan yang meningkat selama beberapa bulan mendatang.

"Ekspansi ini akan meningkatkan pasokan eksipien lipid yang digunakan untuk memproduksi produk mRNA kami," kata Chief Technical Operations and Quality Officer Moderna Juan Andres, Kamis (28/5), seperti dikutip Reuters.

Moderna berencana memasok jutaan dosis per bulan pada 2020 dan puluhan juta sebulan di 2021 jika vaksin virus corona mereka terbukti berhasil.

Baca Juga: Jepang setujui Avigan untuk pengobatan Covid-19, manjur dan aman?

Para ahli memperkirakan, vaksin yang aman dan efektif bisa memakan waktu 12 hingga 18 bulan sejak awal pengembangan. Moderna memulai pengembangan vaksin virus corona sejak Januari lalu.




TERBARU

[X]
×