kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.670.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.981   -32,00   -0,18%
  • IDX 5.876   131,22   2,28%
  • KOMPAS100 765   20,79   2,79%
  • LQ45 582   16,29   2,88%
  • ISSI 204   4,37   2,19%
  • IDX30 329   8,59   2,68%
  • IDXHIDIV20 406   11,61   2,94%
  • IDX80 87   2,30   2,72%
  • IDXV30 110   2,89   2,69%
  • IDXQ30 106   3,06   2,97%

Antisipasi satelit Korut, Jepang siagakan rudal


Rabu, 21 Maret 2012 / 13:17 WIB
ILUSTRASI. IHSG berbalik melemah pada perdagangan sesi I hari ini


Reporter: Asnil Bambani Amri, NHK | Editor: Asnil Amri

TOKYO. Departemen Pertahanan Jepang akan mempersiapkan rudal pencegat di wilayah Okinawa saat Korea Utara meluncurkan satelitnya. Rudal tersebut digunakan untuk mengantisipasi peluncuran satelit tersebut menganggu kedaulatan Jepang.

Naoki Tanaka, Menteri Pertahanan Jepang mengatakan, ia akan menempatkan rudal jenis PAC-3 Patriot di Okinawa, dan menempatkan kapal perusak Aegis yang diperairan yang akan dilewati roket pembawa satelit Korea Utara.

Sebelumnya, Korea Utara mengumumkan peluncuran satelit antara tanggal 12 dan 16 April mendatang.

Tidak hanya Jepang yang khawatir, Filipina juga menyatakan kekhawatiran akan peluncuran satelit oleh Korea Utara tersebut.

Menteri luar negeri dari Filipina menyatakan keprihatinan atas rencana Korea Utara itu. Sebab, peluncuran satelit tersebut bisa menimbulkan ketegangan baru di kawasan.

Sementara itu, Korea Utara menyatakan, puing-puing dari roket diperkirakan diperkirakan akan jatuh ke Samudera Pasifik sekitar 130 kilometer (km) di lepas pantai timur laut Pulau Luzon di Filipina.

Menteri Filipina Negeri Filipina, Albert del Rosario bilang, peluncuran satelit diharapkan tidak mengganggu wilayah Filipina. Mengenai masalah ini, Rosario mengajukan adanya pembahasan masalah Nuklir Korea dengan enam negara lainnya yang ada di kawasan tersebut.

Secara resmi, Departemen Luar Negeri Filipina sudah memerintahkan Kedutaan Besar Filipina di Beijing untuk segera menyampaikan rasa keprihatinan kepada pemerintah Korea Utara.




TERBARU

[X]
×