kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45672,14   1,07   0.16%
  • EMAS916.000 -1,08%
  • RD.SAHAM 0.54%
  • RD.CAMPURAN 0.26%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.10%

Arab Saudi alokasikan US$ 110 miliar untuk pengembangan gas alam di Jafurah


Minggu, 23 Februari 2020 / 18:59 WIB
Arab Saudi alokasikan US$ 110 miliar untuk pengembangan gas alam di Jafurah
ILUSTRASI. FILE PHOTO: General view of Saudi Aramco's Ras Tanura oil refinery and oil terminal in Saudi Arabia May 21, 2018. REUTERS/Ahmed Jadallah/File Photo

Reporter: Laurensius Marshall Sautlan Sitanggang | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - BRUSSELS. Arab Saudi berencana untuk berinvestasi sebesar 412 miliar riyal atau sekitar US$ 110 miliar sebagai upaya pengembangan cadangan gas alam non konvensional di Jafurah Timur.

Mengutip Badan Pers Arab Saudi yang dilansir Bloomberg, Minggu (23/2) Putra Mahkota Mohammed bin Salman menjadi pemimpin dalam pertemuan Komisi Tingkat Tinggi Hidrokarbon di Arab Saudi pada Kamis lalu.

Dalam pertemuan tersebut, Anggota Komisi pun melakukan pembahasan mengenai rencana pengembangan tersebut termasuk upaya pengkajian.

Baca Juga: Pertemuan tahunan G20 di Riyadh, transparansi pajak dan pajak digital jadi pembahasan

Berdasarkan data resmi pemerintah, lahan tersebut diperkirakan memiliki sekitar 200 triliun kaki kubik atau 5,7 triliun meter kubik gas basah.

Adapun pengembangan ini akan dilakukan secara bertahap, dan diharapkan akan segera mulai berproduksi pada tahun 2024. Lewat pengembangan ini, secara bertahap akan meningkatkan output menjadi 2,2 triliun kaki pada tahun 2036 mendatang.

Presiden Direktur Arab Saudi Oil Co, Amin Nasser mengatakan dalam pernyataan yang dirilis pada Sabtu (22/2) lalu bahwa pengembangan ladang Jafurah ini dimaksudkan untuk mendukung sumber daya yang beragam milik perusahaan dan termasuk upaya pengembangan ekonomi kerajaan.

Menurutnya, Jafurah bakal menghasilkan sekitar 130.000 barel etana per hari, mewakili sekitar 40% dari total produksi kerajaan saat ini. Selain itu, ladang ini juga bakal menghasilkan 500.000 barel per hari untuk cairan gas dan kondensat, mewakili sekitar 34% dari output negara.

Pengembangan lahan selama 22 tahun ini bakal memberikan pemerintah Arab Saudi penghasilan bersih sekitar 32 miliar riyal per tahun dan menyumbang 75 miliar per tahun untuk produk domestik bruto kerajaan.

Baca Juga: Gandeng Al-Rajhi Bank untuk perluas jaringan di Arab Saudi, ini alasan Artajasa

Aramco, sebagai perusahaan yang dikelola oleh pemerintah setempat pun akan mengambil peran. Upaya ini juga sebagai usaha untuk mencari gas sebagai ekspor potensial untuk mengurangi ketergantungan Arab Saudi pada penjualan minyak mentah.

Arab Saudi juga berkeinginan menggunakan gas sebagai bahan bakar pembangkit listrik dan bahan baku untuk produksi petrokimia, industri prioritas tinggi bagi pemerintah dalam strateginya untuk mendiversifikasi ekonomi.



TERBARU

[X]
×