kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.837.000   27.000   0,96%
  • USD/IDR 16.991   62,00   0,37%
  • IDX 7.097   -67,03   -0,94%
  • KOMPAS100 977   -12,33   -1,25%
  • LQ45 719   -12,76   -1,74%
  • ISSI 250   -1,82   -0,73%
  • IDX30 391   -7,50   -1,88%
  • IDXHIDIV20 489   -9,60   -1,93%
  • IDX80 110   -1,54   -1,38%
  • IDXV30 134   -2,11   -1,54%
  • IDXQ30 128   -2,18   -1,68%

Arab Saudi masih produksi minyak


Sabtu, 02 April 2016 / 13:00 WIB
Arab Saudi masih produksi minyak


Reporter: Dessy Rosalina | Editor: Dikky Setiawan

RIYADH. Harga minyak mentah dunia kembali terperosok ke bawah level US$ 40 per barel. Pemicunya, Arab Saudi bersikukuh hanya akan menghentikan produksi minyak jika negara produsen emas hitam lain melakukan hal yang sama. 

Pernyataan sikap Arab Saudi yang dilontarkan Pangeran Mohammed bin Salman ini ditujukan kepada Iran.

Arab Saudi berencana meningkatkan produksi minyak setelah sanksi dari negara-negara Barat atas Iran dicabut. 

Di sisi lain, Iran tak bakal mengikuti konfrensi di Doha pada 17 April 2016 nanti yang bakal membahas opsi pembekuan produksi minyak. 

"Jika semua negara setuju untuk menghentikan produksi, maka kami juga akan ikut," ujar Salman kepada Bloomberg, Jumat (1/4) kemarin.

Pasca komentar Salman yang menunjukkan keraguan tersebut, minyak mentah jenis Brent anjlok 2% menjadi US$ 39,6 per barel. Padahal, sebulan belakangan harga minyak mulai rebound. Harga minyak mentah di Maret telah naik 6% sepanjang kuartal I 2016.




TERBARU

[X]
×