kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.750.000   10.000   0,36%
  • USD/IDR 17.744   36,00   0,20%
  • IDX 6.502   -24,02   -0,37%
  • KOMPAS100 848   -1,25   -0,15%
  • LQ45 642   -2,64   -0,41%
  • ISSI 228   -0,01   0,00%
  • IDX30 359   -1,39   -0,39%
  • IDXHIDIV20 437   -0,21   -0,05%
  • IDX80 97   -0,26   -0,27%
  • IDXV30 121   0,35   0,29%
  • IDXQ30 114   -0,45   -0,40%

AS catat defisit anggaran terbesar sejak 2012


Selasa, 16 Oktober 2018 / 07:19 WIB
ILUSTRASI. Uang dollar AS


Reporter: Sanny Cicilia | Editor: Sanny Cicilia

KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Pemerintah Amerika Serikat (AS) menutup anggaran tahun fiskal 2018 sebesar US$ 779 miliar di zona merah. AS mencatat defisit terbesar dibandingkan enam tahun terakhir, terpukul oleh langkah pemangkasan pajak korporasi sementara pengeluaran pemerintah meningkat, termasuk untuk membayar beban utang yang lebih mahal. 

Berdasarkan data Departemen Keuangan AS, ada surplus anggaran US$ 119 miliar pada Bulan September saja. Angka ini sejatinya lebih besar ketimbang perkiraan, tetapi tak cukup menutup defisit sepanjang tahun. 

Defisit anggaran AS dalam 12 bulan hingga September mencapai US$ 113 miliar atau naik 17% lebih besar ketimbang periode yang sama tahun lalu. 

Ekonom melihat, pemangkasan pajak individu dan korporasi yang disetujui Kongres AS di akhir tahun lalu mulai berdampak pada pendapatan AS. Ditambah anggaran belanja lebih besar yang disepakati Februari lalu, kedua faktor ini menjadi penyebab membengkaknya defisit AS. 

Trump dan tim Republik di Kongres memutuskan memangkas pajak untuk mendorong pajak dan pertumbuhan pada akhirnya. 

"Booming ekonomi AS nantinyaakan meningkatkan pendapatan pemerintah, yang menjadi langkah penting dalam menciptakan keberlanjutan fiskal jangka panjang," tulis Mick Mulvaney, Direktur Office of Management and Budget Gedung Putih AS, seperti dikutip Reuters. 




TERBARU

[X]
×