kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.664   -12,00   -0,07%
  • IDX 6.636   -31,42   -0,47%
  • KOMPAS100 867   -5,52   -0,63%
  • LQ45 658   -5,19   -0,78%
  • ISSI 231   -0,99   -0,43%
  • IDX30 368   -3,06   -0,83%
  • IDXHIDIV20 455   -4,73   -1,03%
  • IDX80 99   -0,80   -0,81%
  • IDXV30 125   -1,37   -1,08%
  • IDXQ30 118   -1,17   -0,99%

AS dan Iran Saling Serang Kapal, Harga Minyak Terancam Melonjak


Minggu, 06 September 2026 / 13:01 WIB
AS dan Iran Saling Serang Kapal, Harga Minyak Terancam Melonjak
ILUSTRASI. Ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali meningkat setelah pasukan kedua negara saling melancarkan serangan terhadap kapal-kapal di perairan sekitar Iran  (via REUTERS/U.S. Central Command)


Sumber: Reuters | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - DUBAI. Ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali meningkat setelah pasukan kedua negara saling melancarkan serangan terhadap kapal-kapal di perairan sekitar Iran pada Sabtu (5/9/2026).

Eskalasi tersebut melibatkan kapal tanker minyak Iran serta kapal yang memiliki keterkaitan dengan AS, sehingga kembali memunculkan kekhawatiran terhadap keamanan pasokan energi global.

Komando Pusat AS (U.S. Central Command/CENTCOM) mengatakan pihaknya menyerang tiga kapal Iran, termasuk satu kapal yang berada di lepas pantai Pulau Kharg, salah satu pusat utama ekspor minyak Iran.

Serangan tersebut dilakukan setelah Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) meluncurkan rudal balistik ke dua kapal Angkatan Laut AS.

Kepala CENTCOM Laksamana Brad Cooper mengatakan serangan terhadap kapal Iran merupakan respons langsung atas tindakan IRGC.

"Biarkan pesan kepada IRGC menjadi jelas: Jika kalian menembaki dua kapal kami, kami akan memberikan dampak ekonomi yang lebih besar—dengan menghancurkan tiga kapal milik kalian," ujar Cooper.

Baca Juga: Putin Bertemu Utusan Trump, Belum Ada Tanda Terobosan Damai Ukraina

IRGC kemudian merespons dengan mengancam akan meningkatkan serangan terhadap kapal-kapal militer AS yang berada di kawasan tersebut.

Angkatan Laut IRGC juga mengatakan telah menargetkan tiga kapal tanker serta tiga kapal yang terkait dengan AS di wilayah lainnya.

"Jangan tertipu oleh militer AS yang merupakan teroris dan jangan melakukan pergerakan mencurigakan yang bertujuan melewati jalur perairan yang tidak diizinkan. Jika tidak, kalian akan menjadi sasaran," demikian pernyataan Angkatan Laut IRGC yang disiarkan televisi pemerintah Iran.

Kapal tanker menjadi sasaran serangan

Kantor berita semi-resmi Iran, Tasnim, sebelumnya melaporkan empat rudal AS menghantam sebuah kapal tanker di sekitar area pelabuhan Pulau Kharg.

Mengutip sumber lokal, Tasnim melaporkan tidak ada korban jiwa dalam serangan tersebut. Awak kapal juga disebut sedang dievakuasi.

Sementara itu, CENTCOM memastikan tidak ada personel AS yang terluka akibat rangkaian serangan tersebut.

Pertukaran serangan ini terjadi setelah ketegangan meningkat dalam sepekan terakhir. Situasi tersebut berpotensi memperluas konflik yang telah berlangsung sejak AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada Februari.

Konflik tersebut telah mengganggu pasokan energi global sekaligus memicu penolakan dari mayoritas warga AS menjelang pemilihan kongres pada November mendatang.

Baca Juga: Minyak Brent Naik 7,6% Sepekan, Harga Diesel AS Cetak Rekor US$ 5,85

Ancaman Trump terhadap Pulau Kharg

Pemerintahan Presiden AS Donald Trump saat ini berupaya mengalihkan fokus kebijakan terhadap Iran ke arah tekanan ekonomi melalui perluasan sanksi.

Namun, Trump masih membuka kemungkinan penggunaan kekuatan militer terhadap Iran.

Pada 31 Agustus, Trump mengunggah pernyataan singkat di media sosial yang disertai video hasil kecerdasan buatan (AI) yang menggambarkan Pulau Kharg "dihancurkan hingga berkeping-keping".

Otoritas Iran sebelumnya telah memperingatkan akan memberikan respons keras jika Pulau Kharg diserang.

Pulau Kharg memiliki posisi strategis bagi industri minyak Iran. Iran merupakan produsen minyak terbesar ketiga di antara negara-negara anggota Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC).

Sebelum perang berlangsung, sekitar 90% ekspor minyak mentah Iran dikirim melalui Pulau Kharg. Namun, arus ekspor tersebut telah terganggu sejak AS memberlakukan blokade terhadap ekspor minyak Iran pada pertengahan April.

Trump sebelumnya juga pernah menyampaikan ancaman untuk menyerang Pulau Kharg. Pada 11 Juni, Trump mengatakan dirinya ingin mengambil alih pulau tersebut.

Namun, beberapa hari kemudian Trump menyatakan operasi militer AS di wilayah tersebut tidak lagi menjadi pilihan. Pernyataan itu muncul menjelang Tehran dan Washington menandatangani kesepakatan sementara pada 17 Juni yang bertujuan mengakhiri perang.

Baca Juga: AS Serang Tiga Tanker Minyak Iran, Konflik Energi Timur Tengah Kian Memanas

Ancaman terhadap pasokan minyak global

Serangan terhadap Pulau Kharg berpotensi memberikan tekanan lebih besar terhadap industri minyak Iran sekaligus perekonomian negara tersebut yang telah terdampak blokade laut AS.

AS memberlakukan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran setelah Iran secara efektif menutup Selat Hormuz.

Selat Hormuz merupakan salah satu jalur perdagangan energi paling strategis di dunia. Sebelum perang, sekitar seperlima pasokan minyak dunia melewati jalur tersebut.

Gangguan terhadap aktivitas pelayaran di Selat Hormuz berpotensi menimbulkan dampak besar terhadap rantai pasok energi global, terutama apabila eskalasi konflik semakin meluas.

Pasar minyak telah merespons meningkatnya ketegangan di Timur Tengah. Harga minyak mentah berjangka Brent pada Jumat (4/9) ditutup di level US$ 96,28 per barel, menjadi level tertinggi sejak 24 Juli.

Kenaikan harga tersebut mencerminkan meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap risiko gangguan pasokan minyak global akibat konflik di Timur Tengah.

Jika serangan terhadap infrastruktur minyak Iran, kapal tanker, atau jalur pelayaran strategis seperti Selat Hormuz terus berlanjut, tekanan terhadap harga minyak dunia berpotensi semakin besar.




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×