AS dan Ukraina Resmikan Kerjasama Pertanian Berdurasi Tiga Tahun

Jumat, 17 Juni 2022 | 13:36 WIB Sumber: New York Times
AS dan Ukraina Resmikan Kerjasama Pertanian Berdurasi Tiga Tahun

ILUSTRASI. Biji-bijian menjadi komoditas ekspor utama sektor pertanian Ukraina.

KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Amerika Serikat (AS) terus mendekat ke Ukraina di masa perang. Kali ini melalui kerjasama pertanian yang akan berlangsung selama tiga tahun. Kemitraan ini bertujuan untuk memulihkan Ukraina dari krisis pangan akibat invasi Rusia.

Dilansir dari New York Times, pengumuman ini disampaikan Menteri Pertanian AS, Tom Vilsack, di dalam forum PBB pada Kamis (16/6). Kemitraan yang dituangkan dalam bentuk nota kesepahaman ini juga telah ditandatangani oleh menteri pertanian Ukraina.

Vilsack mengatakan, perjanjian itu difokuskan pada pemberian bantuan teknis ke Ukraina dan membantu negara itu membangun kembali industri pertaniannya setelah perang berakhir.

Baca Juga: Industri Pertanian Ukraina Rugi hingga US$4,3 Miliar Akibat Perang

Sebelum perang, Ukraina adalah pengekspor biji-bijian dan benih terbesar keempat di dunia. Sumber pendapatan Ukraina itu secara perlahan kehilangan kekuatannya ketika Rusia mulai menginvasi pada 24 Februari lalu.

"Amerika Serikat akan mengambil beberapa langkah lain untuk mengatasi krisis, termasuk insentif bagi petani untuk memperluas produksi mereka dan, dengan demikian, meningkatkan jumlah biji-bijian yang tersedia untuk bantuan pangan," kata Vilsack, seperti dikutip New York Times.

Perang di Ukraina juga telah menaikkan harga pangan dan energi global melonjak. Jika terus berlanjut, kondisi ini diprediksi akan menciptakan kekurangan pasokan biji-bijian di negara-negara di Timur Tengah, Asia dan Afrika yang sangat bergantung pada impor dari Ukraina.

Upaya global sedang dilakukan untuk melepaskan sekitar 25 juta ton biji-bijian Ukraina yang terperangkap oleh blokade Rusia terhadap negara itu.

Baca Juga: Pejabat Militer Inggris Sebut Rusia Telah Kalah Secara Strategis dalam Perang Ukraina

PBB ikut turun tangan dalam mengatasi krisis global ini dengan merundingkan kesepakatan di mana Rusia akan mengizinkan pengangkutan gandum Ukraina dari pelabuhan di Laut Hitam. Sebagai imbalan, Rusia akan diberi izin mengekspor pupuk ke pasar dunia tanpa ancaman sanksi.

Pada Rabu (15/6), Turki menawarkan diri untuk menjadi tuan rumah pembicaraan empat arah dengan Ukraina, Rusia, dan PBB terkait masalah tersebut.

Jika terwujud, nantinya pelabuhan-pelabuhan di Ukraina harus dibersihkan dari ranjau yang disebar selama perang. Kapal-kapal yang melakukan pengiriman juga harus dikawal melalui koridor-koridor yang aman untuk menghindari ranjau-ranjau di Laut Hitam.

Vilsack menambahkan, jalur darat juga harus disiapkan sambil menunggu hasil perundingan jalur laut. Dia menyarankan untuk memindahkan dan menyimpan biji-bijian melalui Rumania dan Polandia dengan kereta api.

Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

Terbaru