kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.606.000   -27.000   -1,03%
  • USD/IDR 17.940   -67,00   -0,37%
  • IDX 6.176   67,33   1,10%
  • KOMPAS100 814   12,72   1,59%
  • LQ45 622   13,33   2,19%
  • ISSI 212   0,39   0,18%
  • IDX30 351   8,04   2,34%
  • IDXHIDIV20 438   9,47   2,21%
  • IDX80 93   1,54   1,68%
  • IDXV30 117   0,44   0,38%
  • IDXQ30 113   2,94   2,65%

AS Prihatin Penutupan Kantor Taiwan di Papua Nugini, Tuding China Mengintimidasi


Sabtu, 18 Juli 2026 / 06:47 WIB
Diperbarui Sabtu, 18 Juli 2026 / 06:51 WIB
AS Prihatin Penutupan Kantor Taiwan di Papua Nugini, Tuding China Mengintimidasi
ILUSTRASI. Bendera Taiwan (Tyrone Siu/REUTERS)


Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - TAIPEI. Amerika Serikat (AS) menyatakan keprihatinan mendalam atas keputusan Pemerintah Papua Nugini yang memerintahkan penutupan kantor perwakilan Taiwan di Port Moresby.

Washington menilai langkah tersebut merupakan bagian dari upaya China untuk mempersempit ruang diplomatik Taiwan dan meningkatkan tekanan terhadap negara-negara yang menjalin hubungan dengan pulau tersebut.

Juru bicara Departemen Luar Negeri AS menegaskan pemerintahnya prihatin terhadap laporan bahwa Papua Nugini secara sepihak memerintahkan penutupan Taipei Economic Office di Port Moresby.

Baca Juga: Taiwan Meremehkan Dampak Sanksi China Terhadap Produsen Senjata Eropa

"Ini merupakan contoh lain dari kampanye intimidasi Beijing terhadap Taiwan dan para pendukungnya di seluruh dunia yang mengancam perdamaian serta kemakmuran internasional," kata juru bicara Departemen Luar Negeri AS.

Amerika Serikat juga menyatakan Taiwan merupakan mitra demokratis yang dapat diandalkan. Menurut Washington, hubungan Taiwan dengan berbagai negara, termasuk Papua Nugini, memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di negara-negara mitranya.

Keputusan Papua Nugini tersebut diumumkan Menteri Luar Negeri Justin Tkatchenko pada Kamis (17/7). Langkah itu mendapat sambutan positif dari Pemerintah China, tetapi menuai kecaman dari Pemerintah Taiwan.

Papua Nugini, sebagaimana mayoritas negara di dunia, hanya memiliki hubungan diplomatik resmi dengan China dan tidak mengakui Taiwan sebagai negara berdaulat.

Baca Juga: Kapal Perang Australia Melintas Selat Taiwan, Dipantau Ketat Militer China

Persaingan diplomatik antara Beijing dan Taipei selama ini menjadi salah satu isu utama di kawasan Pasifik.

China menganggap Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya dan menolak segala bentuk pengakuan internasional yang memberi kesan Taiwan memiliki status kenegaraan.

Sebaliknya, pemerintah Taiwan yang menganut sistem demokrasi menolak klaim kedaulatan Beijing.

Kementerian Luar Negeri China pada Jumat (18/7) kembali menyatakan apresiasi atas keputusan Papua Nugini menutup kantor perwakilan Taiwan.

Hingga berita ini disusun, Kementerian Luar Negeri Papua Nugini belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar terkait keputusan tersebut.

Di Taipei, Wakil Presiden Taiwan Hsiao Bi-khim menyatakan negaranya menghadapi tekanan diplomatik yang semakin berat akibat upaya China membatasi ruang gerak Taiwan di berbagai forum internasional dan hubungan bilateral.

Baca Juga: Saham PTRO: Cuan Emas dari Papua Nugini, Prospek 2026 Makin Cerah?

Saat ini hanya 12 negara yang masih memiliki hubungan diplomatik resmi dengan Taiwan. Tiga di antaranya berada di kawasan Pasifik, yakni Palau, Tuvalu, dan Kepulauan Marshall.

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri dan Perdagangan Selandia Baru menyatakan telah mengetahui pengumuman Papua Nugini mengenai penutupan kantor perwakilan Taiwan.

Wellington menyebut akan meminta penjelasan lebih lanjut terkait keputusan tersebut, tanpa memberikan rincian tambahan.


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?

Video Terkait



TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×