kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.770.000   11.000   0,40%
  • USD/IDR 18.046   -27,00   -0,15%
  • IDX 5.595   -245,02   -4,20%
  • KOMPAS100 736   -35,18   -4,56%
  • LQ45 558   -23,17   -3,99%
  • ISSI 195   -8,81   -4,33%
  • IDX30 316   -12,58   -3,83%
  • IDXHIDIV20 392   -14,84   -3,65%
  • IDX80 84   -3,56   -4,08%
  • IDXV30 107   -4,76   -4,28%
  • IDXQ30 102   -3,95   -3,72%

AS pungut tarif baru, perang dagang dengan Eropa kian membara?


Selasa, 17 Desember 2019 / 22:43 WIB
ILUSTRASI. Bendera AS dan Uni Eropa untuk menyambut kunjungan Wakil Presiden AS Mike Pence ke markas Komisi Eropa di Brussels, Belgia, 20 Februari 2017.


Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

Karena itu, negeri uak Sam perlu menemukan cara untuk menjual lebih banyak barang ke benua biru.

"(Defisit) itu tidak bisa dilanjutkan. Ada banyak hambatan untuk berdagang di sana dan ada banyak masalah lain yang harus kami atasi," sebut Lighthizer.

Baca Juga: AS bidik Prancis, 28 negara Uni Eropa akan bersatu melawan tarif Trump

"Anda tidak bisa menurunkan defisit perdagangan global tanpa menurunkan defisit perdagangan dengan Eropa, setidaknya secara signifikan. Jadi, itu fokus yang sangat penting bagi kami," imbuh dia.

Kesenjangan perdagangan AS-Uni Eropa sekarang mencakup defisit dengan Inggris mencapai US$ 5,5 miliar. "Yang pasti, Inggris adalah prioritas. Begitu tujuan (Brexit) mereka disetujui, kami akan mulai berbicara," kata Lighthizer.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×