kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.680.000   -30.000   -1,11%
  • USD/IDR 17.882   6,00   0,03%
  • IDX 6.374   105,97   1,69%
  • KOMPAS100 836   13,50   1,64%
  • LQ45 634   8,05   1,29%
  • ISSI 220   3,58   1,65%
  • IDX30 354   2,96   0,84%
  • IDXHIDIV20 429   0,94   0,22%
  • IDX80 95   1,52   1,62%
  • IDXV30 118   0,42   0,35%
  • IDXQ30 112   0,52   0,46%

AS Lelang 32,8 Juta Hektare Wilayah Teluk Meksiko untuk Eksplorasi Migas


Rabu, 12 Agustus 2026 / 18:38 WIB
AS Lelang 32,8 Juta Hektare Wilayah Teluk Meksiko untuk Eksplorasi Migas
ILUSTRASI. Pemerintahan Presiden Donald Trump menawarkan lebih dari 32,8 juta hektare wilayah di Teluk Meksiko kepada perusahaan pengeboran minyak dan gas.? (REUTERS/Evelyn Hockstein)


Sumber: Reuters | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Pemerintahan Presiden Donald Trump pada Rabu (12/8/2026) akan menawarkan lebih dari 81 juta acre atau sekitar 32,8 juta hektare wilayah di Teluk Meksiko kepada perusahaan pengeboran minyak dan gas.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan produksi energi domestik Amerika Serikat (AS) melalui lelang wilayah lepas pantai secara berkala.

Lelang tersebut merupakan yang kedua sejak perang AS-Israel dengan Iran mengganggu arus minyak mentah global dan mendorong harga minyak ke level tertinggi dalam empat tahun terakhir.

Lelang ini juga menjadi yang ketiga dari total 30 lelang yang diwajibkan berdasarkan undang-undang pemotongan pajak dan belanja yang disahkan Presiden Donald Trump pada 2025.

Departemen Dalam Negeri AS akan menawarkan 15.100 blok wilayah yang belum disewakan, dengan lokasi antara 3 hingga 231 mil atau sekitar 4,8 hingga 372 kilometer dari garis pantai di Outer Continental Shelf AS.

Baca Juga: Inflasi India Naik Jadi 4,45% pada Juli, Tembus Target Bank Sentral

Berdasarkan dokumen yang dipublikasikan di situs pemerintah, kedalaman perairan di wilayah yang ditawarkan berkisar antara 9 kaki hingga lebih dari 11.100 kaki atau sekitar 2,7 hingga 3.380 meter.

Minat Perusahaan Masih Terbatas

Dokumen pra-lelang yang dirilis pada Selasa (11/8) menunjukkan sebanyak 12 perusahaan mengajukan total 69 penawaran untuk wilayah seluas 330.000 acre. Luas tersebut hanya sekitar 0,4% dari total 81 juta acre yang ditawarkan di Teluk Meksiko.

Wilayah tersebut sebelumnya telah berganti nama menjadi "Teluk Amerika" oleh pemerintahan Trump melalui sebuah perintah eksekutif.

Pada lelang kedua yang digelar pada Maret 2026, pemerintah AS memperoleh hampir US$47 juta dari penawaran tertinggi untuk 25 blok dengan luas sekitar 141.000 acre.

Nilai tersebut jauh lebih rendah dibandingkan lelang pertama yang digelar pada Desember 2025 berdasarkan mandat undang-undang yang sama. Lelang tersebut menghasilkan penawaran tertinggi senilai US$279,4 juta.

Perbedaan nilai penawaran menunjukkan bahwa minat perusahaan minyak dan gas terhadap wilayah lepas pantai AS masih menghadapi sejumlah tantangan, meskipun pemerintahan Trump berupaya memperluas aktivitas eksplorasi dan produksi energi domestik.

Baca Juga: Investor Khawatir Strategi Komunikasi The Fed Berubah pada Era Kevin Warsh

Produksi Lepas Pantai Berkontribusi 15%

Produksi minyak dan gas dari wilayah lepas pantai menyumbang sekitar 15% dari total produksi AS. Namun, aktivitas tersebut dalam beberapa tahun terakhir tertinggal dibandingkan produksi dari ladang shale di darat.

Salah satu faktor penyebabnya adalah waktu pengembangan proyek lepas pantai yang lebih panjang serta kebutuhan investasi awal yang lebih besar.

Meski demikian, pemerintahan Trump mendorong peningkatan aktivitas eksplorasi lepas pantai sebagai bagian dari kebijakan untuk memperkuat produksi energi domestik.

Penawaran untuk wilayah migas tersebut akan dibacakan secara terbuka melalui siaran langsung pada Rabu (12/8/2026).

Lelang akan dilaksanakan oleh Marine Minerals Administration, lembaga yang dibentuk pemerintahan Trump untuk menggabungkan fungsi Bureau of Ocean Energy Management dan Bureau of Safety and Environmental Enforcement.

Kebijakan tersebut menjadi bagian dari agenda energi pemerintahan Trump yang berfokus pada peningkatan produksi minyak dan gas AS, termasuk melalui perluasan akses perusahaan terhadap wilayah eksplorasi lepas pantai.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×