Sumber: Reuters | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada pada Kamis mengumumkan penyelarasan kebijakan kesehatan publik terkait perjalanan bagi orang yang datang dari wilayah Afrika dengan risiko tertinggi Ebola. Langkah ini diambil sebagai upaya melindungi warga dan wisatawan menjelang penyelenggaraan Piala Dunia di Amerika Utara.
Ketiga negara tersebut menyatakan dalam pernyataan bersama bahwa mereka akan menerapkan langkah-langkah terkoordinasi, meski tidak merinci secara detail bentuk kebijakan yang dimaksud.
Kesehatan dan keselamatan setiap orang di kawasan ini tetap menjadi prioritas tertinggi kami saat kami menyambut dunia ke Amerika Utara
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa kesehatan dan keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama di tengah meningkatnya perhatian terhadap potensi penyebaran Ebola.
Baca Juga: Inflasi AS Mulai Menguat di Tengah Lonjakan Harga Energi Akibat Konflik di Iran
WHO Tetapkan Darurat Kesehatan Global
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Minggu, 17 Mei, telah menetapkan wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo sebagai Darurat Kesehatan Masyarakat yang Meresahkan Dunia (Public Health Emergency of International Concern). WHO juga memperingatkan adanya risiko tinggi penyebaran ke negara-negara tetangga.
Penetapan ini mendorong berbagai pemerintah untuk memperketat langkah-langkah pengendalian di sektor perjalanan internasional.
Kebijakan Ketat di Amerika Utara
Sebagai respons, Amerika Serikat telah melarang masuknya non-warga negara yang baru-baru ini melakukan perjalanan ke Republik Demokratik Kongo, Uganda, atau Sudan Selatan. Kebijakan tersebut kemudian diperluas oleh Centers for Disease Control and Prevention (CDC) untuk mencakup pemegang kartu hijau (green card) yang pernah berada di negara-negara tersebut dalam 21 hari terakhir.
Baca Juga: Penjualan Rumah Baru di AS Turun, Tertekan Tingginya Suku Bunga Hipotek
Kanada juga mengambil langkah tegas dengan melarang masuknya warga dari Republik Demokratik Kongo, Uganda, dan Sudan Selatan selama 90 hari, mulai Rabu.
Selain itu, warga negara Kanada, penduduk tetap, dan warga asing lainnya yang pernah berada di wilayah terdampak dalam beberapa minggu terakhir—dan tidak menunjukkan gejala—akan diwajibkan menjalani karantina selama 21 hari mulai 30 Mei, menurut otoritas kesehatan publik Kanada.
Di sisi lain, Menteri Kesehatan Meksiko David Kershenovich pada awal pekan ini mengumumkan peningkatan ketat skrining Ebola di bandara. Pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk menghindari perjalanan ke Republik Demokratik Kongo, serta meminta pelaku perjalanan dari negara tersebut untuk menjalani karantina selama 21 hari.













