kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45916,25   -4,93   -0.53%
  • EMAS960.000 -0,10%
  • RD.SAHAM -0.05%
  • RD.CAMPURAN -0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.02%

AS mempercepat penjualan 50 jet tempur F-35 ke Uni Emirat Arab


Jumat, 30 Oktober 2020 / 20:58 WIB
AS mempercepat penjualan 50 jet tempur F-35 ke Uni Emirat Arab
ILUSTRASI. Lockheed Martin F-35 Lightning II


Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  WASHINGTON. Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) memberi tahu Kongres bahwa pihaknya menyetujui penjualan 50 jet Lockheed Martin Co F-35 ke Uni Emirat Arab. Nilai penjualan itu sebesar US$ 10 miliar.

Rencananya Amerika Serikat dan UEA akan membuat surat persetujuan jual beli  untuk jet F-35 pada itu pada Hari Nasional UEA yang dirayakan pada 2 Desember.

Mengutip Reuters, Jumat (30/10), Komite Hubungan Luar Negeri Senat AS dan Dewan Perwakilan Rakyat, yang anggotanya mengkritik peran UEA dalam kematian warga sipil di Yaman, memiliki hak untuk meninjau, dan memblokir, penjualan senjata di bawah proses peninjauan informal.

Israel awalnya menolak keras penjualan pesawat tercanggih itu tetapi pekan lalu membatalkan penolakannya setelah ada jaminan AS bahwa superioritas militer Israel akan dipertahankan.

Baca Juga: Menhan AS nyatakan komitmen untuk menjaga hubungan militer dengan Israel

Kesepakatan apa pun harus memenuhi perjanjian lama dengan Israel bahwa senjata apa pun yang dijual AS  di wilayah tersebut tidak boleh mengganggu keunggulan militer kualitatif"Israel. AS mejamin bahwa senjata apapun yang diberikan kepada Israel pasti lebih unggul dalam kemampuan dibandingkan senjata yang dijual ke tetangganya.

"Kita semua menghadapi ancaman yang sama," kata Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, yang secara nyata menyinggung Iran.

"Tapi dengan mengatakan itu, penting bahwa pembentukan pertahanan (Israel) menerima usaha Amerika yang jelas ini untuk mempertahankan keunggulan militer kualitatif kami," tambah Netanyahu.

Perwakilan Eliot Engel, Ketua Komite Urusan Luar Negeri DPR, membenarkan bahwa pemberitahuan informal telah dikirim ke Kongres pada Kamis. "Saat Kongres meninjau penjualan ini, harus jelas bahwa perubahan status quo tidak akan membahayakan keuntungan militer Israel," katanya.

Baca Juga: Bahrain mengizinkan penerbangan UEA-Israel melintasi wilayah udaranya

Sumber tersebut mengatakan pemerintahan Trump bertujuan untuk mengirim pemberitahuan resmi untuk kesepakatan itu dalam beberapa hari mendatang.

Setelah diberi tahu secara resmi, Kongres dapat memilih untuk mengesahkan undang-undang untuk memblokir penjualan.




TERBARU

[X]
×