kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.880.000   40.000   1,41%
  • USD/IDR 17.160   -14,00   -0,08%
  • IDX 7.544   -50,50   -0,66%
  • KOMPAS100 1.039   -11,05   -1,05%
  • LQ45 743   -12,50   -1,65%
  • ISSI 273   -1,94   -0,71%
  • IDX30 400   -1,80   -0,45%
  • IDXHIDIV20 486   -3,76   -0,77%
  • IDX80 116   -1,51   -1,28%
  • IDXV30 139   0,58   0,42%
  • IDXQ30 128   -1,39   -1,08%

AS Perpanjang Masa Operasi Pesawat Serang A-10 Warthog hingga 2030


Selasa, 21 April 2026 / 12:13 WIB
AS Perpanjang Masa Operasi Pesawat Serang A-10 Warthog hingga 2030
ILUSTRASI. Pemerintah AS memperpanjang masa operasional A-10 Warthog hingga 2030. Ini alasannya pesawat tempur legendaris itu tak jadi pensiun. (Yonhap/via REUTERS)


Sumber: Reuters | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Pemerintah Amerika Serikat memutuskan memperpanjang masa operasional pesawat serang A-10 Warthog hingga tahun 2030. Keputusan ini menunda rencana pensiun pesawat legendaris tersebut yang sebelumnya dijadwalkan berakhir pada 2026.

Menteri Angkatan Udara AS, Troy Meink, mengumumkan kebijakan tersebut melalui media sosial. Menurutnya, perpanjangan masa pakai A-10 dilakukan untuk mempertahankan kekuatan tempur sambil menunggu industri pertahanan meningkatkan produksi pesawat tempur generasi baru.

"Kami akan MEMPERPANJANG masa operasional platform A-10 'Warthog' hingga 2030," tulis Meink.

Pesawat A-10 pertama kali mengudara pada 1976 dan selama lebih dari dua dekade terakhir kerap masuk dalam daftar pengurangan armada militer Pentagon. Namun, pesawat ini tetap dipertahankan karena dinilai masih efektif dalam memberikan dukungan udara dekat bagi pasukan darat.

Baca Juga: Maskapai Berbiaya Murah AS Minta Keringanan Pajak di Tengah Lonjakan Harga Avtur

Dalam konflik terbaru dengan Iran, A-10 dilaporkan masih digunakan oleh militer AS. Berdasarkan laporan dari U.S. Central Command, senjata utama pesawat tersebut digunakan untuk menyerang kapal-kapal Iran di Selat Hormuz.

Masih Efektif Meski Dianggap Tua

Sejumlah pejabat Angkatan Udara AS sebelumnya berpendapat bahwa A-10 sudah terlalu tua, lambat, dan mahal untuk dirawat. Penghentian operasionalnya dinilai dapat membebaskan anggaran untuk modernisasi, termasuk pengembangan senjata hipersonik.

Namun, para pengkritik rencana pensiun pesawat ini menilai bahwa pengurangan armada tanpa pengganti yang setara akan membuat pasukan darat kehilangan dukungan udara yang memadai.

Pesawat A-10 memiliki reputasi tinggi dalam misi dukungan udara dekat karena kemampuannya bertahan di medan tempur serta persenjataan berat yang dipasang di bagian hidung pesawat.

Faktor Politik Ikut Berperan

Selain faktor militer, keputusan mempertahankan A-10 juga dipengaruhi pertimbangan politik. Konsentrasi terbesar armada pesawat ini berada di Davis-Monthan Air Force Base di Tucson, yang memberi kontribusi besar terhadap ekonomi lokal.

Baca Juga: Startup AI Jeff Bezos Bidik Pendanaan US$ 10 Miliar, Valuasi Capai US$ 38 Miliar

Angkatan Udara menjadi salah satu pemberi kerja terbesar di wilayah tersebut, sementara Arizona merupakan negara bagian penting dalam pemilihan presiden AS.

Pada 2021, Senator Arizona Mark Kelly berhasil menolak proposal pemerintahan Joe Biden untuk memensiunkan puluhan unit A-10. Kelly menilai pesawat tersebut tidak boleh dihentikan sebelum ada pengganti yang mampu menjalankan misi dukungan udara dekat secara optimal.

Meski demikian, pejabat Angkatan Udara juga mengingatkan bahwa mempertahankan armada A-10 dalam jumlah besar dapat membebani ketersediaan teknisi yang juga dibutuhkan untuk merawat pesawat tempur generasi baru.

Perpanjangan masa operasional hingga 2030 menunjukkan bahwa, untuk saat ini, kebutuhan mempertahankan kapasitas tempur masih menjadi prioritas utama dibandingkan modernisasi armada secara penuh.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×