kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.629.000   26.000   1,00%
  • USD/IDR 17.947   -95,00   -0,53%
  • IDX 6.351   31,53   0,50%
  • KOMPAS100 835   3,22   0,39%
  • LQ45 634   -1,22   -0,19%
  • ISSI 220   1,96   0,90%
  • IDX30 356   -1,18   -0,33%
  • IDXHIDIV20 435   -3,83   -0,87%
  • IDX80 95   0,21   0,22%
  • IDXV30 120   -0,51   -0,42%
  • IDXQ30 113   -0,52   -0,45%

AS serang Teheran lewat peluncuran rudal terhadap milisi yang berbasis di Suriah


Jumat, 26 Februari 2021 / 09:08 WIB
ILUSTRASI. Dua pejabat AS mengklaim, Washington telah mengizinkan serangan udara di Suriah, yang mereka yakini menghantam gedung milisi terkait Iran. REUTERS / Raheb Homavandi / File Foto / File Foto


Sumber: Express.co.uk | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Serangan tersebut terjadi sebagai tanggapan nyata atas tiga serangan roket terpisah terhadap tentara AS yang ditempatkan di Irak.

Pekan lalu, milisi Awliyaa al-Dam yang didukung Iran, mengaku bertanggung jawab atas serangan di pangkalan udara AS di Irak.

Express.co.uk memberitakan, empat belas roket ditembakkan ke pangkalan udara yang menampung pasukan AS di Bandara Internasional Erbil, menewaskan seorang kontraktor dan menyebabkan sembilan lainnya terluka.

Serangan lain menghantam pangkalan yang menampung pasukan AS di utara Baghdad beberapa hari kemudian, melukai setidaknya satu kontraktor.

Baca Juga: AS buka peluang diskusi dengan Iran demi kembali ke kesepakatan nuklir

Roket menghantam Zona Hijau Baghdad pada hari Senin yang menampung kedutaan AS dan misi diplomatik lainnya.

Pemerintah Irak sedang melakukan penyelidikannya sendiri atas serangan Erbil 15 Februari.

Biden sebelumnya mengindikasikan AS akan berusaha untuk memulai kembali kesepakatan nuklir mereka dengan Iran, setelah Presiden sebelumnya Donald Trump mundur dari perjanjian pada 2018.

Baca Juga: Biden akhirnya menghubungi Netanyahu, bicarakan Palestina hingga ancaman Iran

Rencana Aksi Komprehensif Bersama 2015, yang ditandatangani oleh AS dan Iran bersama dengan lima kekuatan dunia lainnya, membatasi pengayaan uranium Teheran hingga 3,67%.

Namun, Presiden AS bersikeras dia tidak akan kembali mengadakan pembicaraan dengan Iran kecuali mereka setuju untuk memberlakukan kembali pembatasan pengayaan uranium.

"Iranlah yang sekarang terisolasi secara diplomatis, bukan Amerika Serikat, dan bola ada di pengadilan mereka," jelas Penasihat Keamanan Nasional AS Jake Sullivan berkata kepada CBS pada minggu ini. 




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×