kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.572.000   7.000   0,27%
  • USD/IDR 17.901   -32,00   -0,18%
  • IDX 6.053   21,23   0,35%
  • KOMPAS100 781   5,63   0,73%
  • LQ45 599   5,13   0,86%
  • ISSI 211   -0,33   -0,16%
  • IDX30 333   2,93   0,89%
  • IDXHIDIV20 426   3,87   0,92%
  • IDX80 89   0,60   0,68%
  • IDXV30 116   0,61   0,53%
  • IDXQ30 109   1,08   1,00%

AS Sita Tujuh Domain Internet untuk Ganggu Infrastruktur Peretas China


Jumat, 09 Oktober 2026 / 11:34 WIB
AS Sita Tujuh Domain Internet untuk Ganggu Infrastruktur Peretas China
ILUSTRASI. Ilustrasi peretas (Jakub Porzycki/NurPhoto via REUTERS)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Pemerintah Amerika Serikat (AS) menyita tujuh domain internet yang diduga digunakan peretas China untuk memindai dan meretas sistem infrastruktur kritis di AS maupun negara lain.

Melansir Reuters, Departemen Kehakiman AS dalam pernyataan pada Kamis (8/10/2026) mengatakan, penyitaan tersebut merupakan bagian dari upaya untuk mengganggu infrastruktur peretasan yang dijalankan oleh kelompok peretas yang bekerja sama dengan perusahaan teknologi informasi China, Integrity Technology Group.

Baca Juga: SpaceX Akuisisi Spektrum US$ 8 Miliar, Bidik Pasar Operator Seluler AS

Departemen Kehakiman menyebut, langkah ini sebagai upaya publik kedua untuk mengganggu infrastruktur peretasan milik Integrity Technology Group.

Sebelumnya, pada September 2024, otoritas AS mengumumkan operasi pengambilalihan yang telah mendapat izin pengadilan terhadap botnet milik Integrity Technology Group.

Jaringan tersebut terdiri dari lebih dari 250.000 perangkat konsumen yang telah diretas di AS dan berbagai negara lainnya.

Saat itu, Direktur FBI Christopher Wray menyebut Integrity Technology Group berada di balik kelompok peretas China yang dikenal dengan nama Flax Typhoon.

Baca Juga: Rusia Genjot Pengiriman Gandum via Baltik, Pasokan ke Indonesia Berpotensi Terkendala

Kelompok tersebut dituding menjalankan aktivitas pengumpulan intelijen dan pengintaian bagi badan keamanan Beijing.

Kedutaan Besar China di Washington belum segera menanggapi permintaan komentar yang disampaikan setelah jam kerja pada Kamis.

Pemerintah China secara konsisten membantah tuduhan keterlibatan dalam operasi peretasan.




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×