Sumber: Reuters | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Kapal kontainer berbendera Iran, Touska, yang disita pasukan Amerika Serikat pada Minggu (19/4/2026), diduga membawa barang-barang dengan fungsi ganda atau dual-use yang dapat digunakan untuk kepentingan militer.
Menurut sumber keamanan maritim, kapal kecil tersebut kemungkinan mengangkut logam, pipa, komponen elektronik, dan barang lain yang dapat digunakan baik untuk kepentingan industri maupun militer.
Kapal Touska merupakan bagian dari Islamic Republic of Iran Shipping Lines atau IRISL, perusahaan pelayaran Iran yang telah dikenai sanksi oleh Amerika Serikat sejak 2019.
Touska dilaporkan dinaiki dan disita pasukan AS di lepas pantai Pelabuhan Chabahar, Iran, di kawasan Teluk Oman. Data pelacakan kapal menunjukkan posisi terakhir Touska tercatat pada pukul 13.08 GMT.
Komando Pusat AS menyatakan awak kapal gagal mematuhi peringatan berulang selama enam jam dan kapal dianggap melanggar blokade maritim yang diterapkan AS terhadap Iran.
Diduga Membawa Barang Dual-Use dari Asia
Sumber keamanan menyebut penilaian awal menunjukkan Touska kemungkinan mengangkut barang dual-use setelah melakukan perjalanan dari Asia. Kapal tersebut juga disebut pernah membawa barang serupa dalam pelayaran sebelumnya.
Baca Juga: Harga Minyak Turun di Tengah Harapan Perundingan Damai AS-Iran
Komando Pusat AS sebelumnya telah memasukkan logam, pipa, dan komponen elektronik sebagai jenis barang yang dapat disita karena memiliki potensi penggunaan militer.
Militer Iran menyatakan kapal tersebut berangkat dari China dan menuduh AS melakukan “pembajakan bersenjata”. Menurut media pemerintah Iran, militer negara itu siap menghadapi pasukan AS atas apa yang disebut sebagai agresi terang-terangan, tetapi terhalang oleh keberadaan keluarga awak kapal di atas kapal.
Kementerian Luar Negeri Iran juga mengecam tindakan AS dan menyebut penyitaan Touska sebagai tindakan melanggar hukum internasional. Iran mendesak pembebasan segera kapal, para pelaut, dan keluarga mereka.
Selain itu, Iran menilai insiden tersebut melanggar kesepakatan gencatan senjata yang dicapai bulan ini dan memperingatkan bahwa Washington akan bertanggung jawab atas eskalasi lebih lanjut.
Rute Pelayaran Touska dari China hingga Malaysia
Analisis satelit menunjukkan Touska sempat berada di Pelabuhan Taicang, utara Shanghai, pada 25 Maret sebelum bergerak ke Pelabuhan Gaolan di China selatan pada 29-30 Maret.
Di Gaolan, kapal memuat kontainer tambahan sebelum berhenti di area jangkar Port Klang, Malaysia, pada 11-12 April untuk memuat lebih banyak kontainer.
Menurut perusahaan analisis data SynMax, Touska sudah dalam kondisi penuh muatan ketika mencapai Teluk Oman pada Minggu.
Baca Juga: Negara Teluk Khawatir Negosiasi AS-Iran Perkuat Cengkeraman “Emas” Teheran di Hormuz
China Soroti Intersepsi Paksa oleh AS
Pemerintah China turut menyuarakan kekhawatiran atas tindakan AS terhadap kapal Iran tersebut. Juru bicara Kementerian Luar Negeri China menyebut intersepsi paksa terhadap kapal kargo berbendera Iran sebagai tindakan yang mengkhawatirkan.
China juga meminta semua pihak mematuhi kesepakatan gencatan senjata secara bertanggung jawab untuk mencegah memburuknya situasi.
Presiden AS Donald Trump menyatakan Touska berada di bawah sanksi AS karena memiliki riwayat aktivitas ilegal. Trump menambahkan bahwa pasukan AS sedang memeriksa muatan kapal tersebut.
Pekan lalu, Angkatan Laut AS memperluas blokade pelayaran terhadap Iran dengan memasukkan muatan yang dianggap sebagai barang selundupan. Setiap kapal yang dicurigai menuju wilayah Iran kini dapat diperiksa dan digeledah.
Barang selundupan yang dimaksud mencakup senjata dan amunisi.













