kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.900.000   50.000   1,75%
  • USD/IDR 17.015   -85,00   -0,50%
  • IDX 7.279   308,18   4,42%
  • KOMPAS100 1.006   48,66   5,08%
  • LQ45 734   31,96   4,56%
  • ISSI 261   11,11   4,45%
  • IDX30 399   16,64   4,35%
  • IDXHIDIV20 487   15,47   3,28%
  • IDX80 113   5,31   4,92%
  • IDXV30 135   4,22   3,24%
  • IDXQ30 129   4,64   3,73%

AS tambah 27 nama baru dalam daftar hitam perdagangan, sebagian dari China


Kamis, 25 November 2021 / 13:25 WIB
ILUSTRASI. Bendera China dan AS.


Sumber: The Straits Times | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

"AS menyalahgunakan kekuasaan negara untuk menekan perusahaan China menggunakan segala cara. China sangat menentang itu," kata juru bicara Kedutaan Besar China Liu Pengyu.

Liu juga menyinggung pernyataan Presiden Joe Biden saat bertemu Presiden Xi Jinping pekan lalu, di mana Biden menyatakan bahwa AS akan berusaha mencari jalan tengah menuju China alih-alih melangkah ke jalan yang salah.

Secara umum, Departemen Perdagangan AS ingin menghentikan militer China mengembangkan teknologi kontra-silumannya, yang dapat mencakup peralatan seperti radar canggih, dan aplikasi kontra-kapal selam seperti sensor bawah laut.

Langkah ini juga menghalangi pemanfaatan teknologi AS untuk membantu China dalam memecahkan enkripsi atau mengembangkan enkripsi yang tidak dapat dipecahkan.

Setelah ini para pemasok untuk perusahaan yang masuk ke dalam daftar hitam harus mengajukan permohonan lisensi sebelum melanjutkan bisnisnya kepada perusahaan terkait. Namun, permintaan tersebut kemungkinan besar akan ditolak.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kontan & The Jakarta Post Executive Pass

[X]
×