kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

AS terbankan drone canggih hingga pesawat anti kapal selam ke Laut China Selatan


Kamis, 16 Juli 2020 / 21:48 WIB
ILUSTRASI. Kapal perang dan kapal selam Amerika Serikat. AS terbankan drone canggih hingga pesawat anti kapal selam di Laut China Selatan. (U.S. Navy photo by Mass Communication Specialist Seaman Brandon L. Harris)


Sumber: South China Morning Post | Editor: Tendi Mahadi

Patroli udara ini dilakukan ketika AS meningkatkan kehadiran militernya di Laut China Selatan setelah Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo pada hari Senin mengatakan Washington secara resmi menolak sebagian besar klaim maritim Beijing yang ekspansif di wilayah tersebut. 

Langkah ini telah menimbulkan kekhawatiran tentang kemungkinan konfrontasi militer antara kedua negara adikuasa yang sudah berselisih soal mulai dari perdagangan hingga hak asasi manusia dan Hong Kong.

Baca Juga: Uber Freight dikabarkan akan dapat investasi sebesar US$ 500 juta

Sehari setelah pernyataan Pompeo, kapal perusak berpeluru kendali USS Ralph Johnson melakukan operasi navigasi bebas di Laut China Selatan, berlayar dekat Kepulauan Spratly yang disengketakan.

Menurut SCSPI, kapal perang AS berlayar dalam jarak 12 mil laut dari Cuarteron Reef yang dikuasai Beijing untuk pertama kalinya sejak 2016, dan Fiery Cross Reef untuk keenam kalinya tahun ini.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×