kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Asia bakal punya blok perdagangan terbesar di dunia, China paling diuntungkan?


Minggu, 15 November 2020 / 13:08 WIB
ILUSTRASI. Pelabuhan Tianjin di China.Sumber foto : portvision.com


Sumber: Reuters | Editor: Tendi Mahadi

"RCEP akan membantu mengurangi atau menghapus tarif pada produk industri dan pertanian dan menetapkan aturan untuk transmisi data,” kata Luong Hoang Thai, kepala Departemen Kebijakan Perdagangan Multilateral di Kementerian Perindustrian dan Perdagangan Vietnam.

Bagi China kelompok bari ini adalah rejeki nomplok yang sebagian besar dihasilkan dari mundurnya Trump dari TPP. Sementara India menarik diri dari pembicaraan RCEP pada November tahun lalu, tetapi para pemimpin ASEAN mengatakan pintu mereka akan tetap terbuka untuk India bila ingin bergabung.

Baca Juga: Ahn Mu, kapal selam 3.000 ton Korea Selatan yang dipersenjatai rudal balistik

Para analis menilai, meskipun berada di luar RCEP dan berada dalam pemerintahan yang mendorong TPP, Presiden AS terpilih Joe Biden kemungkinan tidak akan bergabung kembali dengan TPP dalam waktu dekat.

Pasalnya pemerintah Biden harus memprioritaskan penanganan wabah COVID-19 di negaranya sendiri. “Saya tidak yakin akan ada banyak fokus pada perdagangan secara umum, termasuk upaya untuk bergabung kembali dengan TPP,"  kata Charles Freeman, Wakil Presiden Kamar Dagang AS untuk Asia.

Selanjutnya: Trump melewatkan KTT ASEAN untuk ketiga kali, walau jadi pusat visi AS




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×