kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.947.000   -7.000   -0,24%
  • USD/IDR 16.802   -28,00   -0,17%
  • IDX 8.261   129,34   1,59%
  • KOMPAS100 1.166   20,61   1,80%
  • LQ45 839   9,13   1,10%
  • ISSI 294   6,16   2,14%
  • IDX30 435   3,74   0,87%
  • IDXHIDIV20 519   0,22   0,04%
  • IDX80 130   2,14   1,67%
  • IDXV30 142   1,06   0,75%
  • IDXQ30 140   0,04   0,03%

Atlet Paralimpiade Afghanistan batal mewakili negaranya untuk bertanding


Rabu, 25 Agustus 2021 / 13:36 WIB
Atlet Paralimpiade Afghanistan batal mewakili negaranya untuk bertanding
Penyalaan api di kaldron saat pembukaan Paralimpiade Tokyo 2020 di Jepang (24/8/2021).


Sumber: Channelnewsasia.com | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - TOKYO. Dua atlet Paralimpiade Afghanistan telah dievakuasi dengan selamat dari negara itu, Komite Paralimpiade Internasional (IPC) mengatakan Rabu (25/8) namun menolak untuk menyebutkan tujuan mereka.

Dua atlet taekwondo, Zakia Khudadadi dan Hossain Rasouli, semula akan mewakili negaranya di Paralimpiade Tokyo. Tetapi dengan jatuhnya Afghanistan dengan cepat ke tangan Taliban, pasangan itu termasuk di antara puluhan ribu yang terperangkap dan tidak dapat meninggalkan negara itu.

Sebelum Olimpiade dimulai, IPC menegaskan bahwa para atlet tidak lagi dapat bertanding, dan bendera Afghanistan ditampilkan pada upacara pembukaan hari Selasa secara simbolis saja, yang dibawa oleh seorang sukarelawan.

Baca Juga: Kasus COVID-19 pertama terdeteksi di kampung atlet Paralimpiade Tokyo 2020

"Upaya telah dilakukan untuk memindahkan mereka dari Afghanistan, mereka sekarang berada di tempat yang aman," kata juru bicara IPC Craig Spence, Rabu.

"Saya tidak akan memberi tahu Anda di mana mereka berada karena ini bukan tentang olahraga, ini tentang kehidupan manusia dan menjaga orang tetap aman," tambahnya.

Spence mengatakan pasangan itu tidak akan bersaing di Olimpiade, dan fokus mereka saat ini adalah pada kesejahteraan mereka. "Jelas mereka telah melalui proses yang sangat traumatis, mereka menjalani konseling dan bantuan psikologis," katanya kepada wartawan.

"Kami terus mengetahui keberadaan dan kesejahteraan mereka," ujarnya.

Khudadadi, akan menjadi wanita pertama yang mewakili Afghanistan di Paralimpiade dan telah meminta bantuan untuk melarikan diri dari negara itu setelah pengambilalihan Taliban.

Penyiar Australia ABC melaporkan bahwa Paralimpiade termasuk di antara sekelompok atlet Afghanistan yang dievakuasi ke Australia, tetapi belum ada konfirmasi resmi.

Selanjutnya: Putin: Militer Rusia tidak akan ikut campur ke dalam konflik di Aghanistan




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×