kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.944.000   28.000   0,96%
  • USD/IDR 16.905   -13,00   -0,08%
  • IDX 8.272   -2,31   -0,03%
  • KOMPAS100 1.164   0,60   0,05%
  • LQ45 835   1,00   0,12%
  • ISSI 295   -1,17   -0,39%
  • IDX30 437   0,09   0,02%
  • IDXHIDIV20 522   2,39   0,46%
  • IDX80 130   0,02   0,01%
  • IDXV30 143   -0,62   -0,43%
  • IDXQ30 140   0,46   0,33%

Aturan longgar, bursa China kebanjiran IPO


Selasa, 10 Desember 2013 / 10:00 WIB
Aturan longgar, bursa China kebanjiran IPO
ILUSTRASI. Pertumbuhan kredit perbankan rupanya memunculkan kenaikan risiko kualitas kredit. 


Sumber: Bloomberg | Editor: Dessy Rosalina

SHANGHAI. Pemerintah China semakin serius menggenjot aktivitas investasi. Pasca melonggarkan aturan initial public offering (IPO), sejumlah BUMN China kini berniat melangsungkan IPO. Sejumlah korporasi milik pemerintah bakal melangsungkan IPO dengan nilai total mencapai US$ 11 miliar.

Aksi perusahaan pelat merah Tiongkok ini tidak lepas dari upaya menggairahkan pasar modal. Sumber Bloomberg menyebut, sejumlah BUMN yang berniat melantai di bursa adalah Shaanxi Coal Industry, China Postal Express & Logistics, China Railway Materials, dan Huaibei Mining.

Shaanxi Coal Industry berencana menggelar IPO senilai US$ 2 miliar. Target Shaanxi, perhelatan IPO digelar pada semester I 2014. Ada juga China Postal Express & Logistics Co yang berniat mencari dana segar sebesar US$ 1,5 miliar. Perusahaan logistik terbesar milik Pemerintah China ini berniat ekspansi besar lewat IPO.

Sementara Huaibei, produsen batubara di China sebelah barat berencana meraup dana sebesar US$ 1 miliar lewat IPO. Banyak yang menilai tepat langkah BUMN ini. "Aktivitas di bursa saham akan menjadi alternatif investasi di tengah ketakutan bubble properti," ujar Eric Jackson, Presiden Ironfire Capital LLC, mengutip Bloomberg, Senin (9/12).

Catatan Bloomberg, total IPO sebesar US$ 11 miliar bersumber dari sejumlah BUMN China dari total 76 perusahaan pelat merah yang sudah memasukkan proposal ke China Securities Regulatory Commission (CSRC) atau regulator bursa saham China. Proposal IPO 76 BUMN ini bahkan sudah mendapat lampu hijau dari regulator bursa saham Shanghai dan bursa saham Shenzhen.

Akibat moratorium IPO

CSRC mengatakan, sekitar 50 perusahaan sudah siap mencatatkan saham perdana di bursa pada akhir Januari 2014. Catatan saja, sejak Oktober 2012, tak satu pun korporasi meraih izin pencatatan saham perdana di bursa China. Moratorium IPO ini berlaku setelah CSRC membongkar praktik penipuan dan penyimpangan.

Sejumlah perusahaan dan penasihat keuangan terbukti memanipulasi pelaksanaan IPO. CSRC juga menemukan praktik manipulasi harga saham IPO. Efek atas penerapan moratorium IPO, saat ini sebanyak 760 perusahaan mengantre di regulator bursa untuk bisa melangsungkan IPO.

Catatan Bloomberg, sejak Juni 2009 hingga September 2012, sebanyak 41% saham IPO diperdagangkan di bawah harga IPO. "Salah satu faktor manipulasi harga adalah kolusi antara investor institusi dan penjamin emisi," tulis CSRC.




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! [Intensive Workshop] Excel for Business Reporting

[X]
×