kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.880.000   40.000   1,41%
  • USD/IDR 17.155   -19,00   -0,11%
  • IDX 7.549   -44,70   -0,59%
  • KOMPAS100 1.040   -10,07   -0,96%
  • LQ45 743   -12,35   -1,63%
  • ISSI 274   -1,48   -0,54%
  • IDX30 399   -2,21   -0,55%
  • IDXHIDIV20 485   -4,24   -0,87%
  • IDX80 116   -1,48   -1,26%
  • IDXV30 139   0,33   0,24%
  • IDXQ30 128   -1,43   -1,11%

Australia ancam boikot Indonesia


Jumat, 13 Februari 2015 / 13:05 WIB
ILUSTRASI. Logo pada bendera PT Adhi Karya Tbk (ADHI).


Reporter: Barratut Taqiyyah | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

SYDNEY. Menteri Luar Negeri Julie Bishop menegaskan, wisatawan Australia dapat memboikot Indonesia jika pemerintah Indonesia tetap mengeksekusi dua terpidana mati WN Australia terkait kasus obat-obatan terlarang.

Hingga saat ini, Bishop masih berupaya untuk memohon pengampunan bagi Andrew Chan dan Myuran Sukumaran kepada pemerintah Indonesia.

Dia pun mengingatkan agar pemerintah Indonesia jangan mengabaikan perasaan publik Australia terkait hal ini.

Bali merupakan destinasi utama berlibur bagi warga Australia. Ketika ditanyakan apakah pemerintah Australia akan menarik duta besar mereka dari Indonesia jika memang dilakukan eksekusi, Bishop bilang masalah tersebut masih dipertimbangkan.

"Keinginan kami adalah kami ingin berkomunikasi antar duta besar dan pemerintah Indonesia bersikap terbuka," jelasnya seperti yang dikutip channelnewsasia.com.

Bishop mengatakan, dia tidak akan menyerah terkait nasib Chan dan Sukumaran yang ditangkap pada tahun 2005 silam dan dijatuhi hukuman mati pada tahun berikutnya.

Namun, dia mencatat, setelah lima tahun tidak dilakukannya eksekusi di Indonesia, Presiden Joko Widodo menyatakan dengan jelas bahwa mereka akan melanjutkan untuk mengeksekusi para terpidana mati itu.




TERBARU

[X]
×