kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.770.000   11.000   0,40%
  • USD/IDR 18.080   3,00   0,02%
  • IDX 5.840   -101,28   -1,70%
  • KOMPAS100 772   -13,86   -1,76%
  • LQ45 581   -8,07   -1,37%
  • ISSI 203   -2,64   -1,28%
  • IDX30 329   -5,24   -1,57%
  • IDXHIDIV20 407   -5,51   -1,34%
  • IDX80 87   -1,44   -1,63%
  • IDXV30 111   -2,14   -1,88%
  • IDXQ30 106   -1,74   -1,61%

Australia digambarkan seperti permen karet nempel di sepatu China, apa maksudnya?


Kamis, 30 April 2020 / 08:44 WIB
ILUSTRASI. Ilustrasi bendera dan mata uang Australia. REUTERS/Thomas White/Illustration/File Photo


Sumber: Kompas.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Dorongan penyelidikan berlanjut Menteri luar negeri, Marise Payne pada Senin lalu menyatakan adanya ancaman tekanan ekonomi justru semakin menguatkan dorongan untuk melakukan penyelidikan asal-usul COVID-19. 

Baca Juga: Ini prediksi akhir wabah virus corona di berbagai negara, bagaimana Indonesia?

Perdana Menteri Scott Morrison sebelumnya telah meminta negara-negara anggota Badan Kesehatan Dunia (WHO) untuk mendukung penyelidikan independen ini. Ia bahkan menyebutkan Australia akan mendorong penyelidikan internasional dalam sidang WHO pada 17 Mei mendatang. Menteri Perbendaharaan Negara (Treasurer) Josh Frydenberg secara terpisah mengatakan pihaknya tetap mendorong penyelidikan ini. 

Kepada stasiun TV Sky News dia mengungkapkan, "Kami tidak akan tunduk pada tekanan ekonomi. Kami akan terus menyuarakan kepentingan nasional Australia dan kami tidak akan menukar kepentingan kesehatan untuk kepentingan ekonomi." 

Sementara Menteri Dalam Negeri, Peter Dutton menyatakan tidak mengerti mengapa China menolak upaya penyelidikan menyeluruh terhadap wabah ini. Pemimpin Oposisi, Anthony Albanese mengatakan Australia menginginkan adanya hubungan positif dengan China tetapi harus dibangun atas kepercayaan dan transparansi.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Australia dan China Terus Bersitegang soal Penyelidikan Asal-Usul Covid-19"

Editor : Miranti Kencana Wirawan




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×