kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45863,16   -14,36   -1.64%
  • EMAS920.000 -0,86%
  • RD.SAHAM -1.01%
  • RD.CAMPURAN -0.38%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.08%

Australia disebut tak akan membuka perbatasan internasional hingga akhir 2022


Jumat, 07 Mei 2021 / 14:54 WIB
Australia disebut tak akan membuka perbatasan internasional hingga akhir 2022
ILUSTRASI. Antrean panjang penumpang terlihat di Bandara Dalam Negeri Sydney, Australia , Jumat (18/12/2020). REUTERS/AAP Image/Dean Lewins

Reporter: Adrianus Octaviano | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - SYDNEY. Australia disebut tidak akan membuka perbatasan internasional sepenuhnya hingga akhir 2022. Hal tersebut dikatakan oleh Menteri Perdagangan Australia Dan Tehan dalam wawancara bersama Sky News.

Penutupan tersebut dinilai lebih lama dari antisipasi selama ini. Dampaknya, industri penerbangan dan pariwisata merasakan pukulan yang berat dengan adanya kemungkinan tersebut.

"Mungkin perbatasan bisa kembali dibuka pada paruh kedua di tahun depan. Tapi kita lihat sendiri bahwa sesuatu bisa berubah dengan cepat selama pandemi ini," ungkap Tehan seperti dikutip dari Bloomberg Jumat (7/5).

Baca Juga: AS mendukung Ukraina untuk bergabung dengan NATO

Seperti diketahui, perbatasan internasional negeri kanguru tersebut telah ditutup sejak awal tahun 2020 dimana pandemi covid-19 mulai menyebar. 

Awalnya, pembatasan perjalanan akan dicabut dalam waktu dekat. Hanya saja, penundaan program vaksinasi dan mutasi virus corona yang terjadi di India menyebabkan pemerintah setempat berpikir ulang.

Dengan adanya kemungkinan pembukaan perbatasan internasional yang mundur, saham maskapai penerbangan Qantas Airways mengalami koreksi sebanyak 1,1%. Hal tersebut menambah koreksi sahamnya selama tahun ini menjadi 2,3%.

Juru bicara Qantas Airways mengatakan bahwa pihaknya masih berpegang pada pembukaan perbatasan yang direncanakan pada 31 Oktober mendatang. Namun, pihak maskapai siap membatalkan perjalanan jika memang perbatasan tidak jadi dibuka."Harapannya kami dapat melihat lebih banyak lagi perjalanan namun saat ini masih dalam kondisi pandemi," tambah Tehan.

Selanjutnya: China tunda dialog ekonomi dengan Australia, ada apa?

 


Tag


TERBARU

[X]
×