kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.943.000   -53.000   -1,77%
  • USD/IDR 17.000   35,00   0,21%
  • IDX 7.107   84,55   1,20%
  • KOMPAS100 978   11,34   1,17%
  • LQ45 722   8,69   1,22%
  • ISSI 249   4,23   1,73%
  • IDX30 393   5,52   1,42%
  • IDXHIDIV20 489   3,83   0,79%
  • IDX80 110   1,42   1,31%
  • IDXV30 134   2,21   1,67%
  • IDXQ30 127   1,16   0,92%

China tunda dialog ekonomi dengan Australia, ada apa?


Jumat, 07 Mei 2021 / 07:35 WIB
China tunda dialog ekonomi dengan Australia, ada apa?
ILUSTRASI. Pemerintah China menghentikan sementara waktu dialog ekonomi tingkat tinggi dengan Australia pada Kamis (6/5/2021). REUTERS/Tingshu Wang


Sumber: The Straits Times | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - BEIJING/SYDNEY. Pemerintah China menghentikan sementara waktu dialog ekonomi tingkat tinggi dengan Australia pada Kamis (6/5/2021). Langkah ini diambil di tengah hubungan kedua negara yang semakin tegang.

Hal ini juga dilihat sebagai langkah simbolis untuk menunjukkan ketidaksenangan Beijing terhadap Canberra karena telah membatalkan dua kesepakatan Belt and Road.

Melansir The Straits Times, Australia pada pekan ini juga mengisyaratkan akan meninjau ulang kontrak sewa pelabuhan Darwin yang kontroversial kepada perusahaan milik China.

Sebuah pernyataan dari perencana ekonomi China mengatakan, pihaknya menangguhkan semua kegiatan di bawah Dialog Ekonomi Strategis China-Australia karena sikap pemerintah Australia terhadap kerja sama bilateral saat ini.

Baca Juga: Australia siap rombak pangkalan militer, demi perkuat aliansi dengan AS

Kedua belah pihak belum mengadakan pertemuan berdasarkan kerangka kerja ini sejak 2017, ketika mereka menandatangani kesepakatan untuk bekerja sama dalam proyek investasi dan infrastruktur di negara ketiga, termasuk untuk Belt and Road Initiative. Pertemuan pertama dilaksanakan pada tahun 2014.

Dalam pernyataan singkatnya, Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional China mengatakan, beberapa pejabat Australia telah meluncurkan serangkaian tindakan untuk mengganggu pertukaran normal dan kerja sama antara China dan Australia karena pola pikir Perang Dingin dan diskriminasi ideologis. Namun tidak disebutkan tindakan apa yang dimaksud.

Baca Juga: Rusia dan China punya senjata yang lebih murah dan sulit dilacak daripada nuklir

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Wang Wenbin mengatakan, Australia telah mengabaikan posisi serius China dan menyalahgunakan alasan keamanan nasional untuk membatasi dan menekan proyek kerja sama China-Australia. 

"China harus membuat tanggapan yang diperlukan dan tepat, dan Australia harus memikul semua tanggung jawab untuk ini," kata Wenbin seperti yang dikutip dari The Straits Times.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

[X]
×