kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.819.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.602   49,00   0,28%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Awas! WHO: Long-Covid bisa memiliki dampak kesehatan dan sosial yang parah


Jumat, 26 Februari 2021 / 07:30 WIB
ILUSTRASI. Ribuan pasien Covid-19 terus menderita gejala serius dan tetap merasakan gejala selama beberapa bulan setelah serangan awal infeksi.


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - LONDON. Menurut ahli kesehatan Eropa pada Kamis (25/2/2021), ribuan pasien Covid-19 terus menderita gejala serius, merasa lemah dan tetap merasakan gejala selama beberapa bulan setelah serangan awal infeksi. Kondisi ini bisa menyebabkan konsekuensi sosial, kesehatan dan ekonomi yang besar.

Reuters memberitakan, dalam laporan panduan yang dipimpin Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tentang kondisi tersebut, yang sering disebut sebagai "long-Covid" atau "post-Covid syndrome", para ahli mengatakan sekitar satu dari 10 pasien Covid-19 masih merasa tidak sehat 12 minggu setelah infeksi akut mereka. Bahkan, banyak yang menderita gejala lebih lama.

"Ini adalah kondisi yang bisa sangat melemahkan. Mereka yang menderita penyakit ini menggambarkan kombinasi yang bervariasi dari gejala yang tumpang tindih ... (termasuk) nyeri dada dan otot, kelelahan, sesak napas ... kabut otak (dan) banyak lainnya," kata Profesor Martin McKee, di Observatorium Eropa tentang Sistem dan Kebijakan Kesehatan, yang memimpin laporan tersebut seperti yang dikutip Reuters.

Dr Hans Kluge, direktur regional Eropa WHO, mengatakan Covid-19 dapat memiliki konsekuensi sosial, ekonomi, kesehatan dan pekerjaan yang parah.

Baca Juga: 5 Gejala virus corona yang parah menurut WHO, kenali!

"Beban itu nyata dan signifikan," katanya.

Dia mendesak otoritas kesehatan untuk mendengarkan kekhawatiran pasien, menanggapinya dengan serius, dan membangun layanan untuk membantu mereka.

Bukti yang berkembang dari seluruh dunia menunjukkan ribuan orang yang mengalami Covid-19. Kondisi tersebut tampaknya tidak terkait dengan apakah pasien mengalami infeksi yang parah atau ringan.

Baca Juga: Data 24 Februari 2021: Vaksinasi Covid-19 ke-1 tambah 93.233 menjadi 1.363.138

Sebuah laporan awal oleh Institut Riset Kesehatan Nasional Inggris tahun lalu menunjukkan bahwa long Covid bukan hanya satu kondisi, tetapi merupakan beberapa sindrom yang menyebabkan gejala roller coaster yang mempengaruhi tubuh dan pikiran.

Dr Kluge mencatat bahwa seperti penyakit baru lainnya, masih banyak yang tidak diketahui tentang Covid-19.

"Kami perlu mendengarkan dan ... memahami. Penderita kondisi pasca-Covid perlu didengarkan jika ingin memahami konsekuensi jangka panjang dan pemulihan dari Covid-19," katanya. "Ini adalah prioritas yang jelas untuk WHO (dan) harus menjadi prioritas pula untuk setiap otoritas kesehatan."

Selanjutnya: Pakai kalung masker berbahaya! Ini penjelasan Satgas




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×