kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   14.000   0,48%
  • USD/IDR 16.821   -7,00   -0,04%
  • IDX 8.133   100,88   1,26%
  • KOMPAS100 1.146   14,31   1,26%
  • LQ45 828   7,29   0,89%
  • ISSI 288   4,65   1,64%
  • IDX30 431   4,00   0,94%
  • IDXHIDIV20 517   4,31   0,84%
  • IDX80 128   1,49   1,17%
  • IDXV30 141   1,36   0,97%
  • IDXQ30 140   1,18   0,85%

BBM Kuba Kritis: Moskow Tuding Washington yang Menjadi Biang Keroknya


Selasa, 10 Februari 2026 / 06:30 WIB
BBM Kuba Kritis: Moskow Tuding Washington yang Menjadi Biang Keroknya
ILUSTRASI. Orang-orang menunggu transportasi sementara warga Kuba bersiap menghadapi kelangkaan bahan bakar (REUTERS/Norlys Perez)


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - Kremlin menyatakan situasi bahan bakar di Kuba kini berada dalam kondisi kritis, menyusul langkah pemerintah Kuba menerapkan pembatasan dan pengaturan distribusi BBM demi menjaga layanan penting tetap berjalan.

Pernyataan ini disampaikan Rusia setelah Kuba mengumumkan rencana darurat untuk menghadapi krisis energi yang semakin dalam. Pemerintah komunis Kuba menuding kebijakan Amerika Serikat sebagai faktor utama yang memperparah kondisi, setelah Washington berupaya memutus pasokan minyak ke negara Karibia tersebut.

Melansir Reuters, Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, mengatakan Rusia terus menjalin komunikasi intensif dengan pemerintah Kuba melalui jalur diplomatik dan saluran lainnya.

“Situasi di Kuba memang benar-benar kritis. Kami mengetahui hal ini dan terus melakukan kontak intensif dengan rekan-rekan Kuba kami,” kata Peskov kepada wartawan.

Rusia juga menuding Amerika Serikat menggunakan taktik “mencekik” untuk menekan ekonomi Kuba.

Baca Juga: Putra Taipan Jimmy Lai: Hukuman 20 Tahun Penjara di China Sama dengan “Vonis Mati”

“Taktik pencekikan yang diterapkan Amerika Serikat memang menimbulkan banyak kesulitan bagi Kuba. Kami sedang membahas dengan mitra Kuba kami berbagai cara untuk mengatasi masalah ini, atau setidaknya memberikan bantuan semaksimal mungkin,” ujar Peskov.

Pernyataan ini muncul di tengah upaya Rusia untuk memperbaiki hubungan dengan Amerika Serikat, seiring Presiden Donald Trump berusaha memediasi kesepakatan untuk mengakhiri perang di Ukraina. Meski demikian, Kremlin menegaskan ketidakpuasannya terhadap perlakuan Washington terhadap Kuba.

Isu krisis BBM ini juga memicu kekhawatiran soal ketersediaan bahan bakar pesawat, yang berpotensi berdampak pada penerbangan dan wisatawan, termasuk turis asal Rusia yang ingin meninggalkan Kuba.

Tonton: Prabowo Raih 79,9% Kepuasan, Mensesneg Ungkap Faktanya

Duta Besar Rusia untuk Kuba, Viktor Coronelli, sebelumnya mengatakan Moskow telah berulang kali memasok minyak ke Kuba dalam beberapa tahun terakhir dan akan terus melakukannya.

Selanjutnya: Tambang Martabe Dikabarkan Diambil Alih Perminas, Ini Kata United Tractors (UNTR)

Menarik Dibaca: Bukan Cokelat, Berikan 8 Kado Valentine Paling Tak Terduga Ini




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×