kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45787,20   0,76   0.10%
  • EMAS1.012.000 0,40%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.09%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.11%

Badan kesehatan AS cabut panduan transmisi udara virus corona


Selasa, 22 September 2020 / 04:30 WIB
Badan kesehatan AS cabut panduan transmisi udara virus corona
ILUSTRASI. CDC) AS, pada hari Senin (21/9/2020), menghapus panduan peringatannya tentang kemungkinan penularan virus corona baru melalui udara. Alissa Eckert, MS; Dan Higgins, MAM/CDC/Handout via REUTERS

Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS, pada hari Senin (21/9/2020), menghapus panduan peringatannya tentang kemungkinan penularan virus corona baru melalui udara. CDC mengatakan bahwa draf rekomendasi itu diposting secara keliru.

Melansir Reuters, panduan yang sekarang sudah dicabut, merekomendasikan agar orang menggunakan pembersih udara untuk mengurangi kuman yang terbawa udara di dalam ruangan untuk menghindari penyebaran penyakit.

“CDC saat ini memperbarui rekomendasinya mengenai penularan SARS-CoV-2 melalui udara. Setelah proses ini selesai, bahasa pembaruan akan diposting,” kata agensi tersebut seperti yang dikutip Reuters.

CDC tidak menjawab pertanyaan Reuters tentang kapan pedoman tersebut akan diperbarui.

Baca Juga: Akhir tahun ini, Moderna bisa hasilkan 20 juta dosis vaksin virus corona

Badan kesehatan mengatakan bahwa Covid-19 dapat menyebar melalui partikel di udara yang dapat tetap tersuspensi di udara dan menyebar lebih dari enam kaki.

Saat ini, pedoman badan tersebut mengatakan bahwa virus corona terutama menyebar dari orang ke orang melalui tetesan pernapasan, yang dapat mendarat di mulut atau hidung orang di sekitarnya.

Pencabutan panduan ini dilakukan menyusul adanya laporan New York Times bahwa panduan tentang pengujian virus corona baru yang diposting bulan lalu di situs CDC tidak ditulis oleh ilmuwan agensi dan tetap diposting meski mereka tetap keberatan.

Baca Juga: Peneliti Jepang temukan fakta: Virus corona bisa menyerang otak

Awal bulan ini, direktur CDC mengatakan masker mungkin lebih efektif daripada vaksin untuk virus corona baru yang dapat diluncurkan secara luas pada pertengahan 2021.

Sementara itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) belum mengubah kebijakannya tentang penularan aerosol dari virus corona.

Badan tersebut masih percaya penyakit ini terutama menyebar melalui tetesan. Tetapi, di ruang tertutup yang padat dengan ventilasi yang tidak memadai, penularan aerosol dapat terjadi, kata Mike Ryan, direktur eksekutif program kedaruratan WHO.

 

Selanjutnya: Penting, begini tips lari sambil menggunakan masker

 



TERBARU

[X]
×