kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45863,16   -14,36   -1.64%
  • EMAS920.000 -0,86%
  • RD.SAHAM -0.50%
  • RD.CAMPURAN -0.07%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Bagikan 20 juta vaksin Covid-19 lagi, Biden: AS akan jadi gudang vaksin dunia


Selasa, 18 Mei 2021 / 08:38 WIB
Bagikan 20 juta vaksin Covid-19 lagi, Biden: AS akan jadi gudang vaksin dunia
ILUSTRASI. Presiden Amerika Serikat terpilih Joe Biden menerima vaksin penyakit Covid-19) di ChristianaCare Christiana Hospital, Newark, Delaware, Amerika Serikat, Senin (21/12/2020).

Sumber: Kyodo | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Melanjutkan program bantuannya, AS memutuskan akan mengalokasikan 20 juta vaksin Covid-19 tambahan untuk dibagikan ke negara yang membutuhkan.

Dengan tambahan ini, AS diharapkan bisa membagikan hingga 80 juta vaksin Covid-19 secara global hingga akhir Juni nanti, ungkap Gedung Putih pada hari Senin (17/5).

Pada bulan April lalu, Presiden Joe Biden mengumumkan bahwa AS akan membagikan 60 juta dosis vaksin buatan AstraZeneca yang belum disahkan di AS.

Dalam pengumuman terbarunya, AS kini telah memutuskan untuk membagikan vaksin yang telah diizinkan untuk digunakan di dalam negeri juga.

"Bangsa kita akan menjadi gudang vaksin bagi seluruh dunia. AS akan membagikan vaksin lebih banyak daripada negara lain mana pun hingga saat ini," ungkap Biden seperti dikutip Kyodo.

Biden turut menyinggung China dan Rusia yang dinilai tengah berusaha memperluas pengaruhnya melalui "diplomasi vaksin". China dan Rusia memang jadi salah satu produsen vaksin Covid-19 terbesar saat ini.

Baca Juga: Ini peringatan WHO saat kasus harian Covid-19 di India turun di bawah 300.000

AS juga berencana untuk mulai bekerja sama dengan program COVAX dan mitra lain untuk memastikan bahwa vaksin Covid-19 diberikan dengan cara yang adil dan sesuai dengan sains.

Biden menegaskan kembali upaya AS dalam mengoordinasikan kerja sama multilateral untuk mengakhiri pandemi virus corona.

"Kemajuan dari program ini diharapkan bisa disampaikan pada KTT G7 di Inggris bulan Juni nanti," lanjut Biden.

Sadar memiliki kelebihan pasokan vaksin, AS berencana akan terus menyumbangkan sisanya sebisa mungkin. Meskipun demikian, AS percaya bantuannya tidak akan mampu mengalahkan pandemi kecuali ada kerja sama dengan perusahaan farmasi dan negara mitra untuk meningkatkan pasokan secara drastis.

Hingga saat ini otoritas kesehatan AS telah mengesahkan tiga jenis vaksin Covid-19 untuk digunakan di dalam negeri, di antaranya buatan Pfizer-BioNTech, Moderna, dan Johnson & Johnson.

Semua vaksin yang digunakan di dalam negeri AS juga merupakan produk asli perusahaan dalam negeri, termasuk Pfizer yang bekerja sama dengan mitranya BioNTech dari Jerman.

Selanjutnya: Unicef dorong negara G7 sumbang stok vaksin untuk atasi kekurangan pasokan COVAX




TERBARU
Kontan Academy
Panduan Cepat Maximizing Leadership Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale

[X]
×