kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.680.000   -30.000   -1,11%
  • USD/IDR 17.882   6,00   0,03%
  • IDX 6.374   105,97   1,69%
  • KOMPAS100 836   13,50   1,64%
  • LQ45 634   8,05   1,29%
  • ISSI 220   3,58   1,65%
  • IDX30 354   2,96   0,84%
  • IDXHIDIV20 429   0,94   0,22%
  • IDX80 95   1,52   1,62%
  • IDXV30 118   0,42   0,35%
  • IDXQ30 112   0,52   0,46%

Bahaya mengintai pasien Covid-19 yang sudah sembuh, apa itu?


Senin, 07 Juni 2021 / 06:02 WIB
ILUSTRASI. Pasien Covid-19 yang sudah sembuh berisiko mengalami pembekuan darah karena sistem kekebalan yang terlalu aktif.


Sumber: The Straits Times | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - SINGAPURA. Menurut sebuah studi yang dilakukan oleh para ilmuwan, pasien yang telah pulih dari Covid-19, terlepas dari tingkat keparahan penyakitnya, mungkin berisiko mengalami pembekuan darah karena sistem kekebalan yang terlalu aktif.

Melansir The Straits Times, pembekuan darah di arteri utama, terutama yang terkait dengan organ vital, dapat meningkatkan risiko seseorang terkena serangan jantung, stroke, atau kegagalan organ.

Sampel darah dari 30 pasien sembuh dari Covid-19 ringan, sedang, dan berat diambil sebulan setelah mereka keluar dari rumah sakit.

Semuanya ditemukan memiliki kerusakan pembuluh darah, mungkin timbul dari respon imun yang bertahan lama, yang dapat memicu pembentukan bekuan darah.

Menurut Asisten Profesor Christine Cheung dari Fakultas Kedokteran Lee Kong Chian Universitas Teknologi Nanyang, Selasa (13/4/2021), sekitar sepatuh dari pasien memiliki risiko kardiovaskular yang sudah ada sebelumnya, seperti diabetes dan hipertensi, yang menempatkan mereka pada risiko pembekuan darah yang lebih tinggi.

Baca Juga: Kabar baik, China setujui penggunaan darurat vaksin Sinovac pada anak dan remaja

Berbicara pada media briefing virtual, dia mencatat bahwa pasien ini juga memiliki disfungsi pembuluh darah yang lebih jelas dibandingkan dengan kelompok yang tidak memiliki risiko kardiovaskular.

Tim yang dipimpin oleh Prof Cheung, terdiri dari peneliti dari Lee Kong Chian School of Medicine, Agency for Science, Technology and Research (A*Star) Singapore Immunology Network (SIgN) dan National Center of Infectious Diseases (NCID).

Studi mereka diterbitkan dalam jurnal ilmiah eLife pada 23 Maret 2021.

Baca Juga: Seberapa lama tubuh Anda kebal terhadap infeksi Covid-19?




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×