Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
Risiko preseden mulai muncul
Analis J.P. Morgan mengatakan skenario Spirit meminta bantuan pemerintah sudah mereka perdebatkan sebelumnya. Mereka mencatat bahwa kenaikan harga bahan bakar kini “menghambat reorganisasi yang direncanakan” dan meningkatkan risiko bahwa likuidasi bisa segera terjadi.
Walaupun para analis mengatakan masuk akal bagi Spirit untuk mengeksplorasi semua sumber modal yang memungkinkan, mereka memperingatkan bahwa bailout apa pun dapat menciptakan preseden yang sulit.
“Jika pemerintahan memberikan suntikan dana tunai dalam bentuk apa pun, kami percaya JetBlue dan Frontier akan terdorong untuk segera mengikuti,” kata mereka.
Mereka menambahkan langkah tersebut pada akhirnya dapat menarik maskapai yang lebih besar dan mengganggu persaingan di industri penerbangan.
Salah satu sumber industri mengatakan maskapai lain yang bersaing dengan Spirit secara diam-diam telah menyuarakan penolakan terhadap bailout yang hanya diberikan kepada satu maskapai, meskipun mereka menghadapi tekanan biaya serupa.
CEO United Airlines Scott Kirby juga menyampaikan nada skeptis pekan ini, menyebut model bisnis Spirit pada dasarnya cacat dan mempertanyakan apakah maskapai tersebut mampu menutup biaya operasionalnya. Menteri Transportasi Sean Duffy menyampaikan kekhawatiran serupa.
“Kami tidak ingin membuang uang baik untuk sesuatu yang buruk,” kata Duffy dalam wawancara Reuters. “Apakah kita hanya akan menunda sesuatu yang tak terhindarkan lalu kita yang menanggungnya?”
Ia menambahkan belum jelas apakah ada pembeli yang akan muncul untuk Spirit.
“Kalau tidak ada orang lain yang mau membeli mereka, mengapa kita harus membeli mereka?” katanya.
Tonton: Islamabad Telah Siapkan Fasilitas Tempat dan Keamanan, Tapi AS-Iran Tak Juga Datang!
Keluarnya Spirit bisa mendorong kenaikan tarif
Para analis dan pejabat industri juga mengatakan potensi kolapsnya Spirit dapat mengubah peta persaingan di pasar-pasar utama. Jika Spirit keluar, kapasitas penerbangan akan berkurang secara signifikan di wilayah seperti Fort Lauderdale, yang dapat mendorong kenaikan tarif dan memperkuat kekuatan penetapan harga bagi maskapai yang bertahan, termasuk pesaing seperti JetBlue dan Frontier.
Duffy memperingatkan bahwa menyelamatkan satu maskapai yang kesulitan bisa membuka pintu bagi intervensi yang lebih luas.
“Kalau Anda menyelamatkan Spirit, siapa berikutnya?” katanya. “Kalau Spirit menghilang, itu lebih baik untuk JetBlue. Kalau kita menyelamatkan Spirit, saya tidak bisa membayangkan JetBlue akan menyukainya.”
Spirit menolak berkomentar soal pembicaraan tersebut, namun mengatakan operasional maskapai tetap berjalan normal.













