Sumber: Reuters | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Menteri Perdagangan Amerika Serikat Howard Lutnick mengungkapkan, chip AI H200 Nvidia yang canggih belum dijual ke perusahaan-perusahaan China. Alasannya, perusahaan tersebut kesulitan untuk mendapat izin dari pemerintah China.
“Pemerintah pusat China belum mengizinkan mereka membeli chip tersebut, karena mereka berusaha untuk tetap memfokuskan investasi mereka pada industri domestik mereka sendiri,” kata Lutnick, ketika ditanya tentang penjualan H200 ke China.
“Kami belum menjual chip kepada mereka hingga saat ini,” tambahnya.
Baca Juga: Lembaga Eropa Mengandeng Metalshub, Bikin Platform Perdagangan Mineral Kritis
Pada bulan Januari, pemerintahan Trump secara resmi memberikan lampu hijau untuk penjualan chip Nvidia H200 ke China dengan beberapa syarat, yang memicu kekhawatiran mendalam di kalangan kelompok garis keras China di Washington yang takut Beijing akan memanfaatkan teknologi tersebut untuk meningkatkan kemampuan militernya.
Namun, pengiriman chip tersebut terhambat oleh perselisihan mengenai persyaratan penjualan baik di Tiongkok maupun di AS, menurut beberapa sumber.
Lutnick juga ditanya pada hari Rabu apakah pemerintahan Trump berencana untuk memberlakukan kembali aturan yang akan membatasi pengiriman teknologi canggih AS ke ribuan perusahaan China.
Baca Juga: Iran Menyita Kapal di Selat Hormuz Pasca Trump Menghentikan Serangan
Peraturan tersebut, yang dikenal sebagai aturan afiliasi, ditunda selama setahun pada bulan November sebagai bagian dari negosiasi perdagangan dengan China.
"Saya setuju bahwa aturan afiliasi adalah hal yang cerdas untuk dipertimbangkan oleh Amerika Serikat, tetapi itu adalah bagian dari keseimbangan perjanjian perdagangan penuh tersebut," kata Lutnick.













