Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Pemerintah Amerika Serikat (AS) resmi memberi lampu hijau bagi Nvidia untuk mengekspor chip kecerdasan buatan (AI) H200 ke China, meski dengan serangkaian syarat ketat.
Kebijakan ini berpotensi mempercepat pengiriman chip tersebut ke China, di tengah kekhawatiran soal dampaknya terhadap keamanan nasional AS.
Berdasarkan aturan baru, setiap chip H200 yang akan dikirim ke China wajib melalui uji kelayakan di laboratorium independen untuk memastikan kemampuan teknis AI-nya. Selain itu, porsi pengiriman ke China dibatasi maksimal 50% dari total penjualan chip Nvidia ke pelanggan di Amerika Serikat.
Nvidia juga harus memastikan ketersediaan chip H200 di dalam negeri AS tetap mencukupi. Sementara pembeli dari China diwajibkan menunjukkan prosedur keamanan yang memadai dan dilarang menggunakan chip tersebut untuk kepentingan militer, ketentuan yang sebelumnya belum diatur secara spesifik.
Baca Juga: Bisnis Reparasi Chip AI Nvidia di China Melonjak
Nvidia menyambut positif keputusan ini. Dalam pernyataannya, perusahaan menyebut kebijakan Presiden AS Donald Trump sebagai langkah yang “seimbang” dan mendukung daya saing industri chip Amerika di pasar global. Nvidia menilai pembatasan berlebihan justru bisa menguntungkan pesaing asing.
Dari pihak China, juru bicara Kedutaan Besar China di Washington, Liu Pengyu, menegaskan Beijing menolak pembatasan yang dinilai merusak stabilitas rantai pasok global dan menghambat kerja sama yang saling menguntungkan.
Sebelumnya, Trump mengumumkan ekspor chip ini akan dikenakan biaya 25% untuk pemerintah AS. Keputusan tersebut menuai kritik dari sejumlah politisi AS yang khawatir chip AI canggih akan memperkuat kemampuan militer China dan menggerus keunggulan teknologi AS.
Analis Seaport Research, Jay Goldberg, menilai pembatasan ini sebagai kompromi yang sulit ditegakkan. “Perusahaan China sudah lama menemukan cara mengakses chip-chip ini. Kebijakan ini terlihat seperti solusi sementara,” ujarnya.
Baca Juga: AS Izinkan Pengapalan Chip AI Nvidia H200 ke China, Trump Tetapkan Tarif 25%
Permintaan dari China pun terbilang besar. Perusahaan teknologi China dilaporkan telah memesan lebih dari 2 juta chip H200 dengan harga sekitar US$27.000 per unit, jauh melampaui stok Nvidia yang sekitar 700.000 chip.
CEO Nvidia Jensen Huang mengatakan produksi H200 terus ditingkatkan untuk memenuhi lonjakan permintaan global.
Namun, kekhawatiran tetap ada. Mantan pejabat Dewan Keamanan Nasional AS, Saif Khan, menilai aturan ini bisa secara signifikan meningkatkan kapasitas AI China.
“Jumlah chip yang diizinkan setara dengan kemampuan komputasi perusahaan AI terdepan di AS saat ini,” katanya.
Baca Juga: Nvidia Pertimbangkan Tambah Produksi Chip AI H200 untuk China, Permintaan Melonjak
Meski demikian, pemerintah Trump berpendapat ekspor chip ke China justru dapat menahan laju pesaing domestik China, seperti Huawei, untuk mengejar ketertinggalan teknologi dari Nvidia dan AMD.
Pemerintah AS juga menegaskan pengiriman chip dilakukan dengan syarat yang tetap menjaga kepentingan keamanan nasional.












![[Intensive Workshop] Foreign Exchange & Hedging Strategies](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_17122515210200.jpg)
