Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - LONDON. Bank of England (BoE) dikabarkan akan menghentikan penjualan obligasi pemerintah Inggris (gilts) bertenor 20 tahun dan 30 tahun.
Langkah ini menjadi bagian dari rencana bank sentral Inggris untuk merombak strategi penjualan surat utang di tengah gejolak pasar obligasi.
Mengutip laporan The Telegraph, Selasa (15/9/2026), BoE diperkirakan mengumumkan perubahan tersebut pada Kamis (17/9/2026), bersamaan dengan keputusan suku bunga terbarunya.
Namun, keputusan final masih berada di tangan BoE. Reuters belum dapat memverifikasi laporan tersebut. BoE juga belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar.
Baca Juga: Bank of England Diperkirakan Tahan Suku Bunga 3,75% Meski Inflasi Mengintai
Rencana tersebut muncul setelah harga gilts tenor 20 tahun dan 30 tahun merosot ke level terendah sejak 1998 pada pekan lalu.
Penurunan harga mencerminkan tekanan kuat di pasar obligasi Inggris, yang juga berdampak pada kenaikan imbal hasil (yield).
BoE sebelumnya telah mengurangi penjualan gilts tenor panjang. Pada tahun lalu, bank sentral mengalihkan porsi penjualan dari obligasi bertenor panjang ke tenor yang lebih pendek.
Deutsche Bank sebelumnya memperkirakan BoE pada akhirnya akan menghentikan penjualan gilts tenor panjang tersebut sepenuhnya.
Baca Juga: Bank of England Diperkirakan Tahan Suku Bunga, Waspadai Dampak Perang Iran
Jika terealisasi, penghentian penjualan tenor 20 tahun dan 30 tahun akan menandai perubahan penting dalam strategi pengurangan kepemilikan obligasi BoE.
Langkah ini juga menunjukkan respons bank sentral terhadap tekanan yang meningkat di pasar obligasi pemerintah Inggris.














