kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ451.015,18   6,97   0.69%
  • EMAS984.000 -0,10%
  • RD.SAHAM -1.86%
  • RD.CAMPURAN -0.70%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Bank sentral China (PBoC) pangkas suku bunga untuk kedua kalinya tahun ini


Senin, 20 April 2020 / 12:31 WIB
Bank sentral China (PBoC) pangkas suku bunga untuk kedua kalinya tahun ini
ILUSTRASI. A woman wearing a mask walks past the headquarters of the People's Bank of China, the central bank, in Beijing, China, as the country is hit by an outbreak of the new coronavirus, February 3, 2020. REUTERS/Jason Lee/File Photo GLOBAL BUSINESS WEEK AHEAD


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - SHANGHAI. Bank sentral China (People's Bank of China/PBoC) memutuskan untuk memangkas suku bunga pinjaman untuk menopang perekonomian yang terdampak pandemi virus corona (covid-19). Ini merupakan kali kedua PBoC memangkas suku bunga (loan prime rate /LPR) di tahun ini.  

LPR tenor satu tahun dipangkas sebesar 20 basis poin (bps) menjadi 3,85% dari sebelumnya 4,05%. Sedangkan, LPR tenor lima tahun dipotong 10 bps menjadi 4,65% dari 4,75%.

Sebagian besar pinjaman baru dan terhutang didasarkan pada LPR, sedangkan tingkat lima tahun mempengaruhi harga hipotek.

Baca Juga: Bursa Asia tergelincir jelang rilis suku bunga China

Penurunan suku bunga ini sesuai prediksi pengamat yang disurvei Reuters. Sebagian besar telah memperkirakan penurunan 20 bps dalam tingkat satu tahun tetapi lebih rendah 5-10 bps dalam lima tahun karena Beijing mencoba untuk menjaga harga properti.

"Pemotongan asimetris menunjukkan bahwa pihak berwenang akan tetap berpegang pada kebijakan perumahan yang ketat. Itu tidak akan dianggap sebagai alat untuk merangsang permintaan domestik, bahkan pada saat yang sulit ini," kata Xing Zhaopeng, ekonom pasar ANZ di Shanghai.

Ekonomi China menyusut 6,8% pada kuartal pertama dari tahun sebelumnya karena terdampak virus corona dan penanganan wabah dengan lockdown. Kontraksi pertama sejak 1992.

Sementara China memulai kembali mesin ekonominya, para analis mengatakan aktivitas bisa memakan waktu berbulan-bulan untuk kembali ke tingkat sebelum krisis, dengan kemungkinan tekanan dari resesi global.

Baca Juga: WHO: Melonggarkan penguncian bukanlah akhir dari epidemi, itu awal fase selanjutnya!

Jacqueline Rong, ekonom senior China di BNP Paribas di Beijing, mengatakan pemotongan marginal LPR 5-tahun dapat ditafsirkan sebagai "relaksasi kontra-siklus" di sektor perumahan.

"Tidak diragukan lagi, sektor properti telah menjadi pendorong ekonomi terbesar, memberikan kontribusi lebih dari ekspor terhadap pertumbuhan ekonomi secara luas. Mengingat fakta bahwa ekonomi menghadapi tekanan turun yang begitu besar, bahkan jika tidak ada epidemi tahun ini, kami berharap dapat melihat beberapa relaksasi kontra-siklus yang wajar di sektor perumahan. "

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Planner Development Program Supply Chain Management on Distribution Planning (SCMDP)

[X]
×