kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.704.000   25.000   1,49%
  • USD/IDR 16.450   35,00   0,21%
  • IDX 6.380   -139,26   -2,14%
  • KOMPAS100 926   -23,75   -2,50%
  • LQ45 725   -12,49   -1,69%
  • ISSI 196   -6,34   -3,13%
  • IDX30 379   -3,71   -0,97%
  • IDXHIDIV20 456   -5,75   -1,25%
  • IDX80 105   -2,26   -2,11%
  • IDXV30 108   -2,36   -2,13%
  • IDXQ30 124   -0,95   -0,75%

Bank Sentral Swiss alami rugi miliaran franc akibat penguatan mata uang


Sabtu, 30 Juli 2011 / 16:16 WIB
Bank Sentral Swiss alami rugi miliaran franc akibat penguatan mata uang
ILUSTRASI. Orang-orang yang memakai masker pelindung berjalan di luar pusat perbelanjaan, di tengah wabah penyakit virus corona (COVID-19) di Kuala Lumpur, Malaysia, 8 September 2020.


Reporter: Dyah Megasari, Reuters |

ZURICH. Swiss National Bank (SNB) menderita kerugian hingga 9,9 miliar franc dalam kepemilikan valuta asing sepanjang semester I 2011. Kerugian disebabkan oleh performa Swiss franc yang terus menguat lantaran investor banyak memburu aset berisiko rendah.

Kerugian ini membuat pasar menduga bakal meningkatnya potensi kritik terhadap SNB jika bank sentral tersebut memilih melakukan intervensi. Safe haven Swiss telah menguat sekitar 14% terhadap dollar AS dan 7% terhadap euro sejak awal tahun. Hal ini mengurangi nilai kepemilikan valuta asing SNB yang terakumulasi antara Maret 2009 dan Juni 2010 ketika melakukan intervensi untuk menahan penguatan franc.

SNB juga mencatat kerugian sekitar 10,8 miliar sepanjang semester I sebagai konsekuensi penurunan kepemilikan emas yang dinyatakan dalam Swiss franc. Informasi saja, Swiss franc terus mencetak level rekor tertinggi yang baru baik terhadap dollar maupun euro dalam beberapa bulan terakhir. Hal ini membuat analis bertanya-tanya apakah SNB masih mampu melakukan intervensi di pasar.

Pekan ini, sejumlah data ekonomi Swiss akan dirilis. Di antaranya adalah data retail sales, PMI dan CPI. Jika data tersebut memberikan indikasi adanya perbaikan ekonomi, maka akan mengurangi kekhawatiran investor terhadap memburuknya kondisi ekonomi global.



TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×