Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - HANOI. Bank Dunia atau World Bank memperkirakan pertumbuhan ekonomi Vietnam akan melambat menjadi 6,8% pada tahun 2026, turun dibandingkan realisasi pertumbuhan sebesar 8% pada tahun sebelumnya.
Dalam laporan yang dirilis Jumat (15/5/2026), Bank Dunia menyebut prospek ekonomi Vietnam masih tergolong solid, meski risiko jangka pendek tetap tinggi di tengah ketidakpastian global.
Baca Juga: China Dukung Selat Hormuz Dibuka Tanpa Pembatasan, AS Yakin Beijing Tekan Iran
Direktur Bank Dunia untuk Vietnam, Mariam J. Sherman mengatakan, kondisi global yang melemah membuat lingkungan eksternal Vietnam menjadi lebih menantang.
“Pelemahan kondisi global membuat lingkungan eksternal Vietnam semakin menantang, ditambah lonjakan harga minyak akibat perang Iran yang meningkatkan risiko penurunan ekonomi,” ujar Sherman.
Vietnam sendiri menargetkan pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) minimal 10% pada tahun ini dan sepanjang sisa dekade mendatang.
Namun, negara tersebut kini menghadapi tekanan inflasi yang dipicu kenaikan harga energi akibat perang Iran.
Baca Juga: Ekonomi Malaysia Tumbuh 5,4% di Kuartal I-2026, Didukung Kuatnya Permintaan Domestik
Inflasi Vietnam pada April tercatat melampaui target pemerintah sebesar 4,5%.
Kondisi tersebut dinilai dapat membatasi ruang kebijakan pemerintah dan bank sentral Vietnam dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi di tengah tekanan eksternal.













