Banyak Penumpang Terpapar Covid-19, China Tangguhkan Lagi Penerbangan dari AS

Rabu, 12 Januari 2022 | 20:05 WIB Sumber: Reuters
Banyak Penumpang Terpapar Covid-19, China Tangguhkan Lagi Penerbangan dari AS

ILUSTRASI. Sebuah pesawat China Eastern Airlines dan Shanghai Airlines terlihat di Bandara Internasional Hongqiao di Shanghai, China, Kamis (4/6/2020). China pada Rabu (12/1) memerintahkan penangguhan enam penerbangan dari AS lagi. REUTERS/Aly Song.


KONTAN.CO.ID - BEIJING. China pada Rabu (12/1) memerintahkan penangguhan enam penerbangan dari AS lagi dalam beberapa minggu mendatang, setelah lonjakan jumlah penumpang yang dinyatakan positif Covid-19.

Langkah terbaru China itu membuat jumlah pembatalan penerbangan dari AS tahun ini menjadi 70.

Mengutip Reuters, regulator penerbangan China mengatakan, akan menangguhkan dua penerbangan United Airlines dari San Francisco ke Shanghai mulai 24 Januari, setelah tujuh penumpang dinyatakan positif Covid-19 pada penerbangan baru-baru ini.

Mereka juga akan menangguhkan empat penerbangan China Southern Airlines dari Los Angeles ke Guangzhou mulai 31 Januari, sebuah langkah yang juga akan memengaruhi penerbangan kembali ke pada Februari.

Sebelum pembatalan terbaru, tiga maskapai AS dan empat maskapai China mengoperasikan sekitar 20 penerbangan seminggu antarnegara, jauh di bawah angka lebih dari 100 per minggu sebelum pandemi.

Baca Juga: Uni Eropa: Dengan Omicron, Dunia akan Bergerak Cepat Menuju Skenario Mendekati Endemi

China juga telah menangguhkan rute penerbangan dengan negara lain. Pada Rabu (12/1), negeri tembok raksasa menangguhkan total enam penerbangan dari Prancis dan Kanada.

Tetapi, jumlah penerbangan AS yang dibatalkan telah melonjak sejak Desember tahun lalu, karena infeksi yang disebabkan oleh varian Omicron yang sangat menular melesat ke rekor tertinggi di Amerika Serikat.

Pada Rabu (12/1), pencarian populer di Trip.com menunjukkan, hampir tidak ada penerbangan langsung dari AS ke China yang tersedia untuk sisa Januari.

"Sekarang, kembali ke China seperti Mission Impossible. Semakin banyak penerbangan yang ditangguhkan," kata seorang pengguna platform media sosial Weibo yang kesal, mem-posting pada Selasa (11/1).

"Sialan, Omicron. Sudah dua tahun saya tidak pulang ke rumah," ungkapnya, seperti dilansir Reuters.

Editor: S.S. Kurniawan

Terbaru